
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menerima audiensi perwakilan massa yang menggelar aksi damai di Balai Kota Bogor, Jumat (24/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, massa menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai aturan pelaksana pencegahan penyimpangan perilaku seksual serta memperkuat pengawasan terhadap peredaran minuman keras (miras).
Audiensi berlangsung setelah ratusan peserta aksi yang terdiri dari anggota Front Persaudaraan Islam (FPI), tokoh agama, dan masyarakat menyampaikan orasi di halaman Balai Kota. Hasil dialog kemudian disampaikan kepada seluruh peserta aksi.
Jenal Mutaqin menjelaskan, Pemkot Bogor telah memiliki Peraturan Daerah tentang Pencegahan Penyimpangan Perilaku Seksual sejak 2021. Saat ini, pemerintah daerah sedang menyelesaikan penyusunan Perwali sebagai aturan pelaksana sebelum memasuki proses pembahasan di Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Sebelum disahkan dan dibahas lebih lanjut oleh Biro Hukum Pemprov Jabar, saya menyerahkan draft Perwali tentang pencegahan penyimpangan perilaku seksual ini untuk mendapatkan masukan poin demi poin serta koreksi pasal dari para alim ulama Kota Bogor,” kata Jenal.
Ia menilai keterlibatan ulama dan berbagai elemen masyarakat penting agar regulasi yang disusun mampu menjawab kebutuhan daerah sekaligus menjadi pedoman dalam menjaga moral masyarakat.
“Semangat antara umara, ulama, dan masyarakat Kota Bogor adalah sama, yaitu menjaga generasi muda agar berakhlak dan beradab. Mohon doanya agar kami diberikan kemudahan dalam menegakkan aturan ini,” ujarnya.
Selain membahas penyusunan Perwali, Jenal memastikan Pemkot Bogor akan terus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol. Menurutnya, Satpol PP akan mengambil tindakan terhadap tempat usaha yang tidak mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Kami akan memanggil para pengelola melalui Satpol PP agar mematuhi regulasi. Bagi yang melanggar, akan dilakukan penindakan sesuai aturan, termasuk penyitaan hingga pemusnahan minuman keras,” tegasnya.
Sementara itu, Habib Bahar bin Smith menyampaikan harapannya agar aparat penegak peraturan daerah menjalankan tugas secara konsisten dalam menertibkan tempat hiburan malam yang melanggar aturan.
“Satpol PP jangan takut menghadapi THM yang ada bekingannya. Jalankan tugas sesuai aturan dan jangan sampai ada yang bermain mata dengan pelanggaran,” kata Habib Bahar.

