google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

INFOPANTULAN.COM. BOGOR – Memasuki musim kemarau, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan debit air baku yang menjadi sumber produksi air bersih. Berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk memastikan distribusi air kepada pelanggan tetap berjalan normal meski pasokan dari sumber air mulai berkurang.
Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan, Dani Rakhmawan, menjelaskan bahwa perubahan musim memberikan tantangan yang berbeda dalam proses pengolahan air. Pada musim hujan, ketersediaan air melimpah, tetapi tingkat kekeruhannya meningkat sehingga membutuhkan penanganan lebih dalam proses produksi.
“Saat musim hujan, debit air meningkat, tetapi tingkat kekeruhan juga biasanya lebih tinggi sehingga proses pengolahan memerlukan penyesuaian,” ujar Dani, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, kondisi berbalik saat musim kemarau. Meski kualitas air baku cenderung lebih baik karena tingkat kekeruhan menurun, volume air yang tersedia justru menyusut. Hal itu membuat pengaturan produksi dan distribusi harus dilakukan secara lebih optimal agar pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu.
Ia menegaskan, Perumda Tirta Pakuan terus memantau perkembangan kondisi sumber air baku sekaligus menyesuaikan proses pengolahan sesuai perubahan yang terjadi di lapangan.
“Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus melakukan pemantauan dan pengolahan sesuai kondisi di setiap musim agar kualitas pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga,” katanya.


Tidak ada komentar