Progres Revitalisasi Pasar Merdeka Lebih dari 90 Persen, Siap Tampung 450 Pedagang

Riky Iskandar
6 Agu 2026 07:14
News 0 53
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memastikan pembangunan pasar Merdeka telah memasuki tahap akhir dengan progres lebih dari 90 persen.

Ia menargetkan pedagang mulai menempati pasar tersebut pada akhir September 2026.

Menurut Dedie, revitalisasi Pasar Merdeka merupakan bagian dari penataan kawasan pusat Kota Bogor yang terintegrasi dengan pembenahan sejumlah pasar dan ruang publik di sekitarnya.

“Ini bagian dari penataan kota. Setelah Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong menunjukkan perkembangan yang baik, sekarang kita fokus pada penataan kawasan Semeru, Merdeka, M.A. Salmun hingga Jalan Perintis Kemerdekaan,” ujar Dedie usai meninjau progres revitalisasi Pasar Merdeka, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, Pasar Merdeka memiliki kapasitas sekitar 450 pedagang. Para pedagang yang saat ini masih berada di tempat penampungan sementara (TPS) akan dipindahkan secara bertahap setelah bangunan siap digunakan.

“Kita harapkan akhir September pedagang yang ada di TPS sudah mulai masuk. Prosesnya bertahap dan tidak akan memakan waktu lama,” katanya.

Selain menampung pedagang eksisting, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga berencana mengakomodasi pedagang barang bekas dan onderdil agar seluruh aktivitas perdagangan yang selama ini menggunakan trotoar dapat dipindahkan ke dalam pasar.

“Pedagang loak dan barang bekas juga kita dorong masuk ke dalam. Dengan begitu, revitalisasi pedestrian di Jalan Merdeka sampai Jembatan Merah bisa segera dilaksanakan. Ini bagian dari penataan kawasan,” ungkapnya.

Dedie menegaskan, Pasar Merdeka tidak akan menjadi pasar loak semata, melainkan mengusung konsep pasar bersih dengan perpaduan berbagai jenis usaha.

“Di sini akan ada sayur, buah, ikan, ayam, daging, kemudian juga onderdil dan loak. Bahkan kalau berkembang menjadi pusat kuliner juga sangat memungkinkan karena lokasinya sangat strategis,” jelasnya.

Saat ini, kata Dedie, pekerjaan yang masih berlangsung hanya berupa penyelesaian akhir bangunan, penataan area parkir, serta penguatan jaringan kelistrikan.

“Tinggal finishing. Area luar, parkir, kemudian penambahan gardu listrik yang sedang diajukan ke PLN. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Project Manager PT Firnie Alataz Malanihat (PT FAM), Martin Rustandi, mengatakan penyelesaian lantai dasar dan lantai satu ditargetkan rampung pada Agustus sehingga pedagang dapat mulai menempati pasar pada September.

“Prioritas kami saat ini adalah menyelesaikan lantai dasar dan lantai satu agar pedagang bisa segera masuk. Setelah itu baru pekerjaan area luar seperti parkir, fasilitas umum, dan sistem utilitas bisa diselesaikan karena saat ini masih digunakan sebagai lokasi penampungan pedagang sementara,” katanya.

Martin menjelaskan, selama proses pembangunan terdapat sejumlah tantangan karena proyek dilakukan dengan mempertahankan struktur bangunan lama.

“Di awal kami harus melakukan evaluasi dan perbaikan struktur karena bangunan lama tidak dibongkar total. Setelah itu baru dilakukan revitalisasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kendala yang masih dihadapi saat ini adalah kebutuhan penambahan daya listrik karena kapasitas gardu eksisting belum mencukupi seluruh kebutuhan operasional pasar.

“Kami sedang menunggu proses penambahan gardu dan trafo. Diperkirakan sekitar 60 hari ke depan proses itu selesai sehingga seluruh fasilitas bisa berfungsi maksimal,” ujarnya.

Martin menyebutkan, Pasar Merdeka dirancang sebagai pasar modern yang bersih dengan pembagian fungsi di setiap lantai. Lantai dasar akan ditempati pedagang sembako dan kebutuhan basah, sedangkan lantai satu diperuntukkan bagi pedagang pisang, onderdil, serta sebagian pedagang kaki lima yang akan direlokasi.

“Sementara lantai dua kami siapkan sebagai pusat kuliner, sedangkan rooftop akan dilengkapi kafe dan ruang pertemuan,” katanya.

Secara keseluruhan, lantai dasar memiliki 255 unit los dan meja dagang, sedangkan lantai satu menyediakan 166 unit untuk pedagang.

Direktur Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bogor terhadap penyelesaian revitalisasi Pasar Merdeka.

“Alhamdulillah Bapak Wali Kota memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh agar pasar ini segera selesai dan bisa difungsikan. Ini merupakan bagian penting dari penataan Kota Bogor,” ujarnya.

Menurut Jenal, komunikasi dengan para pedagang berjalan baik. Saat ini terdapat sekitar 362 hingga 400 pedagang eksisting yang siap direlokasi ke Pasar Merdeka, sementara sekitar 60 unit kios masih tersedia untuk menampung pedagang kaki lima di sekitar kawasan tersebut.

“Nantinya tidak hanya pedagang eksisting yang masuk, tetapi juga pedagang barang bekas, onderdil, hingga PKL di sekitar kawasan Merdeka. Harapannya tidak ada lagi pedagang yang berjualan di trotoar karena semuanya akan tertampung di dalam pasar,” tuturnya.

x
x