Berangkat Pukul 03.00, Anak-anak Nanggung Bawa Seni hingga ke Panggung CFD Cibinong

Nelly Sipayung
13 Sep 2026 05:11
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Saat sebagian besar warga masih terlelap dalam tidur, sekitar 20 anak dari Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, sudah bersiap menempuh perjalanan menuju Cibinong. Jarum jam baru menunjukkan pukul 03.00 WIB, namun semangat mereka untuk tampil di depan masyarakat sudah menyala.

Minggu (13/9/2026) pagi, anak-anak yang tergabung dalam Panghegar Art itu akhirnya tiba di kawasan Car Free Day (CFD) Cibinong. Bukan sekadar datang untuk meramaikan suasana, mereka membawa sejumlah kesenian tradisional yang kemudian dipentaskan di tengah keramaian warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Titi Sugiarti, mengatakan penampilan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Bogor memberikan ruang bagi sanggar-sanggar seni untuk tampil sekaligus memperkenalkan kesenian daerah kepada masyarakat.

“Alhamdulillah setiap hari Minggu, Dinas Kebudayaan menampilkan beberapa sanggar yang berkaitan dengan pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Bogor,” ujar Titi, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, para peserta dari Panghegar Art didominasi anak-anak mulai kelas 3 dan 4 SD hingga jenjang SMP dan SMA. Bersama pimpinan sanggar, mereka membawa sekitar delapan tarian dan pertunjukan seni untuk ditampilkan di hadapan pengunjung CFD.
Perjalanan panjang dari Nanggung pun seolah terbayar ketika mereka mendapat kesempatan tampil di ruang publik.

“Mereka berangkat dari jam 3 subuh dari Kecamatan Nanggung,” ungkap Titi.

Berbagai pertunjukan disuguhkan, mulai dari tarian yang mengangkat unsur budaya lokal Bogor hingga pencak silat. Anak-anak itu pun mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan yang selama ini mereka asah di sanggar.

Bagi Titi, panggung seperti CFD bukan hanya tempat untuk menghibur masyarakat. Lebih dari itu, ruang publik menjadi tempat penting bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, sekaligus menjaga seni budaya daerah.

“Antusiasnya luar biasa. Setiap minggu kita bergantian sanggar-sanggarnya,” katanya.

Seni, Olahraga, dan Budaya Bertemu
Penampilan Panghegar Art pada CFD kali ini juga menjadi bagian dari kolaborasi Dinas Kebudayaan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor serta Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dalam rangkaian kegiatan Hari Olahraga Nasional.

Titi mengatakan seni dan budaya dapat berjalan beriringan dengan berbagai aktivitas masyarakat.

“Seni dan budaya itu tidak bisa terpisahkan juga dengan semua sektor lainnya. Tadi tampilannya kelihatan, ada pencak silat dan beberapa keahlian anak-anak yang ditampilkan di Car Free Day,” jelasnya.

Tak hanya menghadirkan panggung seni, Dinas Kebudayaan juga membuka ruang informasi mengenai Geopark Halimun Salak. Kehadiran pusat informasi tersebut menjadi semakin relevan karena Kecamatan Nanggung merupakan salah satu kawasan yang berada dalam kawasan Geopark Halimun Salak.

“Setiap Car Free Day anak-anak juga kita langsung berikan tempat Pusat Informasi Geologi karena memang salah satu dari kawasan Geopark Halimun Salak adalah Kecamatan Nanggung. Jadi nyambung lagi hari ini,” tutur Titi.

Bagi anak-anak Panghegar Art, perjalanan dari Nanggung sejak dini hari bukan sekadar perjalanan menuju sebuah panggung. Ada semangat untuk menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih punya tempat di tengah kehidupan masyarakat modern.

Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor pun berharap ruang-ruang publik seperti CFD dapat terus menjadi panggung bagi anak-anak dan para pegiat seni dari berbagai kecamatan.

Dengan begitu, mereka tidak hanya memiliki tempat untuk tampil dan mengasah kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Kabupaten Bogor kepada masyarakat yang lebih luas.

“Teman-teman, anak-anak seni, semuanya penggiat seni dari kecamatan dan berbagai pelaku seni mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Wakil, Pak Sekda yang memberikan kami kesempatan untuk selalu tampil di hari Minggu dalam Car Free Day,” pungkasnya.

x
x