Kebakaran TPAS Galuga Bogor Masuk Hari Kedelapan, Pemadaman Sulit

Abdul Halim
14 Sep 2026 00:15
Peristiwa 0 37
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, belum sepenuhnya padam hingga hari kedelapan, Senin (14 September 2026) dini hari. Penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan, namun pemadaman berlangsung lebih lama karena kondisi lokasi yang luas dan akses menuju titik-titik api yang tidak mudah dijangkau.

Selain itu, area kebakaran berada di wilayah timur TPAS lama yang sudah tidak digunakan untuk pembuangan, tetapi masih menyimpan tumpukan sampah lama di bawah permukaan. Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan, bara api bisa berada jauh di bawah permukaan sehingga tidak selalu terlihat dari atas, sementara percikan kecil saja berpotensi memicu kebakaran kembali.

TPAS Galuga yang tampak hijau, menyimpan sampah lama di bawah tanah

Rudy Susmanto menyebut lokasi terdampak merupakan TPAS lama di bagian timur. Wilayah itu sebelumnya sempat melalui proses sanitary landfill dan kemudian ditanami vegetasi sehingga berubah menjadi kawasan hijau. Namun, di balik penampakan tersebut, tumpukan sampah lama masih tersisa di kedalaman yang cukup besar.

Menurut Rudy, ketebalan tumpukan sampah lama dapat mencapai belasan meter. Kondisi musim kemarau yang cukup panjang turut memperparah, karena sampah lama tersebut menjadi sangat kering. Ia menilai kombinasi antara kedalaman material dan kekeringan membuat proses pemadaman tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman permukaan.

Api sulit dijangkau karena medan dan keterbatasan alat pemadam

Persoalan lain datang dari akses. Kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau seluruh area, sehingga petugas harus berjalan kaki untuk mencapai beberapa titik. Di saat yang sama, alat berat dibutuhkan untuk membuka dan membongkar tumpukan sampah agar bara bisa ditangani lebih langsung.

Rudy menekankan bahwa kebakaran di TPAS tidak selalu menunjukkan gejala yang mudah dipantau dari permukaan. Bara dapat bertahan di bawah tanah, lalu muncul kembali ketika kondisi mendukung. Ia juga menyebut percikan api kecil saja berpotensi memicu kebakaran pada tumpukan sampah yang sudah sangat kering.

Strategi pemadaman dengan embung dan penyaluran air bertahap

Untuk mengatasi keterbatasan sumber air di area yang sulit dijangkau, Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan strategi membuat embung sederhana di tengah kawasan TPAS Galuga. Tujuannya adalah mendekatkan pasokan air ke lokasi titik api yang tidak bisa dijangkau kendaraan Damkar secara langsung.

Rudy menjelaskan mekanismenya dimulai dari pengambilan air dari titik awal dengan jarak sekitar 1 sampai 2 kilometer menuju embung pertama. Setelah itu, air disalurkan bertahap ke embung berikutnya, sehingga pasokan bisa menjangkau titik-titik yang paling sulit diakses.

Embung yang dibuat memiliki kedalaman sekitar 1 sampai 2 meter menggunakan terpal. Dari embung kedua, air kemudian dialirkan menuju embung ketiga dengan bantuan mesin Alkon. Sistem ini terutama dipakai untuk menangani titik api di wilayah timur yang berada di bagian paling ujung dan cenderung tidak dapat dijangkau oleh mobil pemadam.

Perpaduan embung, mesin Alkon, dan alat berat untuk perpanjang jangkauan

Rudy menegaskan pemadaman tidak hanya mengandalkan mobil Damkar. Penanganan dilakukan dengan memadukan beberapa pendekatan, mulai dari penggunaan sumber air dari embung-embung yang dibentuk, mesin Alkon untuk penyaluran, hingga bantuan alat berat untuk pembukaan material di lokasi.

Dengan cara itu, tim gabungan dapat mengurangi ketergantungan pada akses kendaraan. Pada titik-titik yang tidak bisa ditempuh dengan kendaraan, petugas tetap memiliki jalur kerja untuk mengalirkan air dan melakukan penanganan pada material yang terbakar di kedalaman tertentu.

Rudy berharap strategi tersebut mempercepat proses penanganan agar seluruh titik api di TPAS Galuga dapat segera dituntaskan. Ia juga mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang terus melakukan pemadaman dan pendinginan selama 24 jam.

Ia berharap upaya yang dijalankan malam hari ini memberi hasil yang lebih baik pada hari berikutnya, seiring penanganan yang terus difokuskan pada area-area sulit dijangkau dan potensi bara yang berada di bawah permukaan.

x
x