
INFOPANTULAN.COM – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, pada Rabu. Dalam kesempatan itu, Prabowo menilai Pramono sebagai sosok kepala daerah yang “hebat” dan menegaskan bahwa perbedaan kendaraan politik seharusnya tidak menghalangi pengakuan atas kinerja.
Prabowo menyampaikan pujian tersebut di hadapan Pramono dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, sekaligus mengaitkannya dengan pesan kerja lintas level pemerintahan. Ia juga menyinggung bahwa hubungan pemerintah pusat dan Pemprov DKI tetap bisa berjalan meski latar belakang partai politik berbeda.
Di lokasi peresmian, Prabowo secara terbuka menyatakan pengakuannya atas kinerja Pramono. Ia menekankan bahwa dirinya tetap melihat kualitas kerja, bukan sekadar latar belakang partai. Pernyataan itu muncul saat Prabowo memberikan ucapan selamat kepada Pramono dan Rano atas pembangunan transportasi publik di Jakarta.
Prabowo menggarisbawahi bahwa apresiasi tidak harus terhalang perbedaan pilihan politik. Ia menyampaikan bahwa meski Pramono berasal dari partai yang berbeda, kualitas kepemimpinan dan hasil kerja tetap pantas dihargai. Dengan nada serupa, ia juga menyiratkan bahwa partai-partai lain seharusnya tidak berhenti pada perbedaan identitas politik, tetapi mendorong agenda yang benar.
Lewat pernyataannya, Prabowo membawa isu ini ke ranah pemerintahan: tugas pelayanan publik tidak semestinya menjadi korban dari persaingan antarpartai. Ia menilai urusan politik boleh berbeda, tetapi ketika seseorang memegang mandat publik, pekerjaan pemerintah wajib tetap dijalankan.
Prabowo kemudian mengingatkan soal kemungkinan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, administrasi dan program kebijakan tetap dapat berjalan meski kepala daerah dan pemerintah pusat berasal dari partai yang berbeda. Pada titik ini, fokus pidato bergeser dari pujian personal ke prinsip tata kelola, yaitu konsistensi menjalankan mandat layanan.
Apresiasi Prabowo disampaikan dalam agenda peresmian proyek transportasi publik yang menjadi bagian penting dari pengembangan sistem mobilitas Jakarta. Peresmian dilakukan untuk rute Kelapa Gading-Manggarai, dengan lokasi kegiatan di Stasiun LRT Manggarai. Kehadiran presiden pada momen ini menegaskan bahwa proyek transportasi massal diposisikan sebagai agenda strategis.
Dalam konteks hubungan pusat dan daerah, proyek LRT menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi lintas level pemerintahan dapat diwujudkan melalui kerja proyek dan implementasi layanan. Prabowo menempatkan pembangunan transportasi publik sebagai hasil yang patut diapresiasi, terlepas dari perbedaan afiliasi politik.
Prabowo juga menyinggung bahwa dirinya dan Pramono berasal dari partai yang berbeda, serta keduanya pernah berada dalam persaingan politik pada pemilihan umum. Ia menegaskan bahwa setelah proses politik berakhir dan mandat rakyat diberikan, hubungan kerja antara pemerintah pusat dan daerah perlu terus dibangun.
Dengan mengangkat pengalaman persaingan tersebut, Prabowo seolah memperjelas garis batas antara kompetisi politik dan tanggung jawab pemerintahan. Persaingan tidak seharusnya membuat kepentingan publik tertunda atau terabaikan. Dalam cara pandang ini, kerja sama menjadi jembatan agar program yang menyentuh kebutuhan masyarakat tetap berjalan.
Pernyataan Prabowo berpotensi memperkuat pesan bahwa pemerintah daerah dapat bergerak dengan dukungan ekosistem yang lebih luas, termasuk dari sisi pusat. Apresiasi yang disampaikan langsung di hadapan pimpinan Pemprov DKI menunjukkan bahwa evaluasi kinerja kepala daerah dapat dilakukan tanpa menyandarkan penilaian pada kesamaan partai.
Di sisi lain, pujian Prabowo juga dapat dibaca sebagai dorongan agar agenda pembangunan transportasi publik terus mendapat perhatian lintas pemangku kepentingan. Saat proyek seperti LRT hadir sebagai layanan mobilitas, keberlanjutan kebijakan dan kelancaran implementasi menjadi faktor penting agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara nyata.

