
INFOPANTULAN.COM – Kota Bogor berhasil menembus 12 besar West Java Investment Challenge (WJIC) 2026, sebuah ajang yang mempertemukan proyek daerah dengan calon investor untuk mendorong realisasi investasi. Keberhasilan ini diraih dari seleksi awal yang menilai 40 proyek terbaik se-kabupaten atau kota di Jawa Barat.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muslimin Anwar, menyebut Kota Bogor menjadi salah satu dari 12 proyek yang lolos setelah proses kurasi yang lebih ketat dibanding tahun sebelumnya. Proyek yang membawa Kota Bogor masuk babak berikutnya adalah rencana pengembangan RSUD Kota Bogor.
Menurut Muslimin Anwar, penilaian dalam WJIC 2026 dilakukan secara selektif dengan melibatkan instansi terkait, calon investor, serta perbankan. Pola kurasi ini bertujuan memastikan proyek yang masuk bukan hanya layak secara konsep, tetapi juga memiliki kesiapan untuk ditindaklanjuti pada tahap presentasi dan pencocokan kebutuhan pendanaan.
Setelah penetapan 12 besar, tahapan berikutnya adalah verifikasi ke berbagai daerah, termasuk Kota Bogor. Tahap ini menilai komitmen pemerintah daerah dan dukungan kepala daerah terhadap pelaksanaan proyek, sekaligus melihat kesiapan lapangan agar proposal tidak berhenti di dokumen.
Proses verifikasi dilakukan melalui site visit, yang menjadi bagian penting untuk menilai kesiapan lahan serta faktor teknis lain yang memengaruhi kelayakan implementasi. Muslimin Anwar menjelaskan bahwa setelah site visit, 12 besar akan melakukan presentasi, kemudian ditetapkan top five untuk tingkat Jawa Barat.
Dalam rangkaian tahapan tersebut, penghargaan akan diberikan setelah seluruh proses berjalan dari awal hingga akhir. Dengan mekanisme bertahap, penyelenggara berharap proyek yang lolos bukan sekadar unggul di seleksi awal, melainkan benar-benar siap untuk bertemu investor dan bergerak menuju pendanaan serta eksekusi.
Selain kunjungan lapangan, tim juga menjalankan roadshow dan business matching. Pada kegiatan tersebut, ditampilkan kandidat calon investor yang telah menunjukkan ketertarikan, sehingga komunikasi dapat langsung diarahkan ke kebutuhan proyek.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menilai visitasi ini berpeluang meningkatkan daya tarik investasi. Ia menekankan bahwa RSUD Kota Bogor saat ini terus menunjukkan tren positif dalam pengembangan layanan. Dengan keberhasilan masuk 12 besar, peluang untuk melanjutkan proses ke tahap berikutnya diharapkan semakin terbuka.
Dedie Rachim juga mengaitkan momentum WJIC dengan arah pembiayaan yang lebih fleksibel. Ia berharap kompetisi tidak hanya menjadi ajang persaingan, melainkan jalan untuk menghadirkan skema pendanaan alternatif, termasuk creative financing atau model pembiayaan di luar APBD.
RSUD Kota Bogor, menurut Dedie Rachim, kini memiliki kapasitas 500 tempat tidur dan melayani tidak hanya pasien dari Kota Bogor, tetapi juga dari luar wilayah. Perubahan dan peningkatan layanan dalam beberapa tahun terakhir disebutnya membuat RSUD yang sebelumnya dipandang sebelah mata menjadi semakin berkembang dan diperhitungkan.
Dedie Rachim menilai kompetisi seperti WJIC dapat menjadi kanal untuk memodelkan proyek dengan pendekatan yang lebih variatif. Ia berharap dari alternatif pembiayaan tersebut, Kota Bogor memperoleh kesempatan untuk menyusun skema yang sesuai kebutuhan proyek, sekaligus menjaga agar manfaatnya benar-benar sampai ke masyarakat.
Di sisi penyelenggaraan, Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Jawa Barat, Heni Rahmawati, menyampaikan bahwa seleksi dilakukan intensif bersama Bank Indonesia hingga menetapkan 12 proyek terbaik. Ia menilai site visit memiliki arti strategis karena membantu penilaian kesiapan lahan, sekaligus memperkuat aspek yang dibutuhkan untuk tahap berikutnya.
Heni Rahmawati juga menegaskan bahwa tahapan ini menjadi jembatan bagi investor potensial. Melalui proses tersebut, investor dapat melihat kondisi riil dan kesiapan proyek, bukan hanya paparan awal.
Pada kegiatan WJIC 2026 juga dilaksanakan penandatanganan Letter of Intent sebagai bentuk komitmen awal dan kesepahaman. Penandatanganan dilakukan oleh RSUD Kota Bogor, Bank Syariah Indonesia, serta DPMPTSP Provinsi Jawa Barat.

