
INFOPANTULAN.COM – Jalan Cicangkal-Legok di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, yang selama bertahun-tahun rusak, kini mulai memasuki tahap rekonstruksi. Ruas sekitar 500 meter di perbatasan Bogor dan Tangerang itu menjadi perhatian publik setelah sempat viral karena warga, termasuk ibu-ibu setempat, menguruk lubang jalan menggunakan peralatan seadanya.
Langkah awal pekerjaan ditandai Peninjauan Lapangan Bersama (PLB) oleh UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah Leuwiliang. Kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung sejak 2022, sehingga aktivitas warga yang setiap hari melintas harus berhadapan dengan permukaan jalan yang memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum menyiapkan paket rekonstruksi pada tahun anggaran 2026, dengan pagu Rp2,7 miliar.
Kerusakan Jalan Cicangkal-Legok bukan perkara sesaat. Sejak 2022, kondisi permukaan jalan yang berlubang membuat perjalanan warga menjadi lebih sulit, terutama saat kendaraan harus melintasi bagian yang paling parah. Dalam situasi seperti itu, warga tidak hanya menghadapi risiko tergelincir atau kerusakan kendaraan, tetapi juga kehilangan waktu karena harus memperlambat laju di titik-titik tertentu.
Ketika perbaikan tak kunjung terasa, sejumlah warga Rumpin memilih bertindak sendiri. Video aksi ibu-ibu setempat yang menguruk jalan dengan peralatan seadanya sempat beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, perwakilan warga menyampaikan harapan agar pemerintah segera membangun kembali jalan dari wilayah Maloko di Rumpin menuju perbatasan Legok.
Tahapan awal rekonstruksi ditandai dengan Peninjauan Lapangan Bersama (PLB) oleh UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah Leuwiliang. PLB lazim dilakukan untuk memverifikasi kondisi di lokasi, memastikan cakupan pekerjaan sesuai rencana, sekaligus menjadi dasar pengawasan teknis saat pelaksanaan berlangsung.
Kepala UPTD turun langsung memimpin pengawasan paket pekerjaan Rekonstruksi Jalan Cicangkal-Legok, agar pelaksanaannya selaras dengan dokumen rencana. Kehadiran pejabat di lapangan juga membantu mengurangi potensi perbedaan tafsir antara kondisi riil di lokasi dan rencana teknis yang disusun pada tahap awal pengadaan.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) atau SiRUP LKPP Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026, Pemkab Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum menyiapkan paket Rekonstruksi Jalan Cicangkal-Legok/Batas Kabupaten Tangerang Kecamatan Rumpin. Paket ini tercatat dengan kode RUP 67547611, sehingga menunjukkan adanya penjadwalan pengadaan pada tahun anggaran berjalan.
Pagu anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,7 miliar yang bersumber dari APBD 2026. Angka tersebut mengindikasikan bahwa pekerjaan yang direncanakan tidak sekadar tambal sulam, melainkan rekonstruksi yang membutuhkan tahapan teknis lebih lengkap, mulai dari penyiapan area kerja sampai pembenahan struktur permukaan jalan.
Ruas sekitar 500 meter ini menjadi akses penting karena menghubungkan aktivitas warga di Kecamatan Rumpin dengan wilayah perbatasan. Ketika jalan rusak, dampaknya terasa langsung, mulai dari kendaraan yang harus ekstra hati-hati hingga meningkatnya biaya operasional seperti konsumsi bahan bakar dan potensi biaya perawatan kendaraan.
Meski perbaikan belum sepenuhnya berjalan, upaya warga menguruk lubang menunjukkan bahwa jalan tersebut benar-benar dipakai setiap hari. Kondisi seperti ini juga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi kebutuhan harian, mobilitas pekerja, hingga akses layanan publik yang memerlukan lintasan jalan tersebut.
Kerusakan yang sudah terjadi sejak 2022 memberi sinyal bahwa penanganan yang sifatnya sementara bisa tidak cukup. Lubang yang berulang biasanya membuat permukaan jalan makin rapuh, terutama jika faktor cuaca dan beban kendaraan terus bekerja pada struktur yang sama. Rekonstruksi, berbeda dari tambal sulam, umumnya ditujukan untuk memperbaiki bagian yang lebih mendasar agar daya tahan jalan meningkat.
Dengan paket yang masuk dalam pengadaan tahun 2026, warga berharap prosesnya tidak berhenti di tahap administrasi. PLB yang dilakukan di awal menjadi indikator bahwa pemerintah sedang menyiapkan langkah teknis. Namun, keberhasilan pekerjaan akan sangat ditentukan pada pelaksanaan di lapangan, termasuk ketepatan desain, kualitas material, dan pengawasan agar hasilnya benar-benar terasa oleh pengguna jalan.
Setelah peninjauan lapangan bersama, tahapan berikutnya pada umumnya mengarah pada penetapan rencana pelaksanaan pekerjaan, termasuk penjadwalan dan koordinasi teknis. Pengawasan yang dipimpin pejabat UPTD menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksana memahami batas pekerjaan, kondisi riil di titik lokasi, serta kebutuhan penanganan sesuai rencana.
Bagi warga Rumpin, informasi bahwa paket rekonstruksi telah tercatat dalam RUP SiRUP LKPP tahun anggaran 2026 dengan pagu Rp2,7 miliar memberi pegangan waktu yang lebih jelas. Harapannya, proses pengadaan dan pelaksanaan berjalan sesuai rencana sehingga Jalan Cicangkal-Legok yang selama ini rusak bisa kembali berfungsi normal bagi mobilitas harian masyarakat.


Tidak ada komentar