Tradisi Gendang Pencak Tetap Digelar, Adu Bincurang Diperketat

Hasan U
3 Okt 2026 13:38
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR –  Tradisi Gendang Pencak Cimande dipastikan tetap digelar. Namun, pelaksanaan Adu Bincurang akan diperketat dengan mengedepankan keamanan, ketertiban, sportivitas dan persaudaraan.

Kesepakatan tersebut merupakan hasil musyawarah Pusat Pencak Silat Aliran Cimande (PPSAC), kasepuhan, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Kecamatan Caringin di Pendopo Pencak Silat Cimande, Jumat (2/10/2026).

Kesepakatan itu dituangkan dalam Fakta Integritas Tradisi Adu Bincurang (Gendang Penca Cimande) yang wajib dipatuhi seluruh peserta dan pihak terkait.

Ketua PPSAC Syis Wahyudi mengatakan, Gendang Pencak merupakan warisan budaya yang harus dijaga keberlangsungannya dengan tetap memperhatikan keselamatan.

“Gendang Pencak merupakan warisan budaya. Karena itu, pelaksanaannya harus menjunjung sportivitas, keamanan, keselamatan dan persaudaraan,” ujar Syis kepada awak media.  (3/10/2026).

Dalam fakta integritas, peserta diwajibkan menjaga ketertiban, berpakaian rapi dan sopan serta tidak melakukan kekerasan, provokasi, intimidasi maupun penghinaan yang dapat memicu perselisihan.

Peserta juga dilarang membawa benda berbahaya, minuman keras dan obat-obatan terlarang.

“Kalau terjadi persoalan, jangan diselesaikan dengan emosi atau tindakan anarkis. Semua harus dikembalikan kepada aturan dan diselesaikan melalui musyawarah,” tegasnya.

Untuk pengamanan di dalam pakalangan, PPSAC menunjuk petugas keamanan yang berkoordinasi dengan aparat pemerintah. Tari kolot juga berperan membantu menjaga ketertiban dan bersikap netral.

PPSAC mewajibkan setiap pihak yang akan menggelar kegiatan Gendang Pencak untuk berkoordinasi dan melaporkannya terlebih dahulu. Peserta juga diharapkan memahami aturan sebelum turun ke pakalangan.

Selain itu, peserta diharapkan tidak menggunakan atribut organisasi kemasyarakatan agar kegiatan tetap fokus pada tradisi budaya dan tidak membawa kepentingan kelompok tertentu.

Syis menegaskan, aturan tersebut bukan untuk menghentikan Gendang Pencak, melainkan memastikan tradisi dapat terus berlangsung secara aman dan tertib.

“Intinya tradisi tetap berjalan. Kita ingin Gendang Pencak tetap hidup dan tidak punah, tetapi pelaksanaannya harus aman, tertib dan menjunjung persaudaraan,” katanya.

Dengan adanya fakta integritas tersebut, PPSAC bersama kasepuhan dan masyarakat berharap Adu Bincurang tetap menjadi bagian dari pelestarian budaya Cimande tanpa berubah menjadi ajang keributan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x