
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk kembali mengenang sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, peristiwa 30 September 1965 menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, perjuangan mempertahankan Indonesia tidak berhenti setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
“Ini menjadi sebuah momentum kita bersama-sama, Pemerintah Kabupaten Bogor, mengenang sejarah bangsa Indonesia. Kita mengenang perjuangan-perjuangan para pahlawan kita,” kata Rudy, Kamis (1/10/2026).
Rudy mengingatkan, pada 1965, tepat dua dekade setelah Indonesia merdeka, bangsa Indonesia masih menghadapi ancaman dan pergolakan yang menguji kedaulatan negara.
Ia menyebut, para pahlawan revolusi menjadi bagian dari sejarah kelam tersebut. Rudy merujuk pada 10 korban yang gugur dalam rangkaian peristiwa tersebut, termasuk tujuh korban yang ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta, serta korban lainnya di Jakarta dan Yogyakarta.
Menurut Rudy, perjalanan bangsa Indonesia menunjukkan bahwa mempertahankan kemerdekaan bukan perkara mudah. Sebelum merdeka, rakyat berjuang menghadapi penjajahan Belanda dan Jepang. Setelah merdeka, perjuangan tetap berlanjut menghadapi berbagai tantangan dari dalam negeri.
“Walaupun bangsa ini sudah merdeka 20 tahun, 17 Agustus 1945, tapi bangsa ini masih terus berjuang mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa,” ujarnya.
Karena itu, Rudy menilai semangat perjuangan tersebut perlu diterjemahkan dalam kehidupan saat ini, khususnya dalam membangun daerah.
Menurut dia, pembangunan Kabupaten Bogor tidak bisa dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Diperlukan kebersamaan, persatuan dan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.
“Membangun bangsa, membangun sebuah wilayah Pemerintah Kabupaten Bogor, kita butuh kebersamaan bersama-sama,” katanya.
Pesan Rudy untuk Pelajar dan Pemuda
Tidak hanya berbicara mengenai sejarah, Rudy juga menitipkan pesan khusus kepada para pelajar dan pemuda di Kabupaten Bogor.
Ia meminta generasi muda memahami bahwa berbagai kebebasan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang para pahlawan.
Para pemuda, kata Rudy, kini dapat menempuh pendidikan, menyampaikan pendapat, berekspresi dan beraktivitas dalam suasana kemerdekaan karena perjuangan generasi terdahulu.
“Para pahlawan berjuang bukan hanya dengan keringat, bukan hanya dengan tenaga, bukan hanya dengan waktu, tapi tetesan darah bahkan mengorbankan jiwa dan raganya, mengorbankan nyawanya,” tutur Rudy.
Karena itu, ia mengajak generasi muda agar tidak memandang kemerdekaan sebagai sesuatu yang datang begitu saja.
Menurutnya, kemerdekaan harus dimaknai dengan rasa tanggung jawab untuk menjaga persatuan, mengisi pembangunan dan memberikan kontribusi bagi bangsa serta daerah.
“Maknailah kemerdekaan itu bahwa kita tinggal di sebuah bangsa yang diperjuangkan dengan tetesan keringat, tetesan darah, jutaan nyawa yang dikorbankan untuk kedaulatan bangsa kita,” pungkasnya.


Tidak ada komentar