Persib Kecam Penyerangan Bus EPA U-18 di Tol Batang, Pemain Trauma dan Barang Dijarah

Ayatullah Humaeni
12 Okt 2026 14:36
Kriminal News 0 17
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BANDUNG – Manajemen Persib Bandung mengecam aksi penyerangan terhadap bus yang mengangkut pemain Persib Elite Pro Academy (EPA) U-18, ofisial, serta orang tua pemain di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu malam.
Insiden tersebut menyebabkan sejumlah kaca bus pecah dan barang-barang milik pemain maupun ofisial dilaporkan hilang akibat penjarahan.

Kejadian itu juga meninggalkan rasa takut dan trauma bagi para pemain muda yang berada di dalam kendaraan saat penyerangan berlangsung.
Aksi tersebut terekam dalam video amatir yang memperlihatkan sejumlah orang menyerang dan melempari bus. Situasi yang mencekam membuat seluruh rombongan, termasuk orang tua pemain, mengalami ketakutan.

Dampak lainnya dialami anggota tim media Persib. Salah seorang anggota dilaporkan mengalami luka serius yang diduga berupa patah tulang hidung akibat insiden tersebut.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan kekerasan yang menyasar rombongan tim tersebut. Menurutnya, aksi penyerangan dan penjarahan tidak dapat dibenarkan, terlebih korbannya termasuk pemain sepak bola usia muda.

Saat memberikan keterangan di Graha Persib, Senin (12/10/2026), Adhitia mendesak aparat penegak hukum segera mengusut kasus tersebut dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.

“Meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kejadian itu dan menangkap para pelaku,” ujar Adhitia.

Ia menegaskan, keselamatan pemain, ofisial, dan seluruh anggota rombongan harus menjadi prioritas. Kerusakan kendaraan, kehilangan barang, hingga adanya korban luka menunjukkan bahwa insiden tersebut bukan persoalan yang bisa dianggap sepele.

Manajemen Persib juga menyoroti dampak psikologis yang dialami para pemain EPA U-18. Pengalaman menjadi sasaran penyerangan selama perjalanan dinilai dapat menimbulkan ketakutan, sehingga kondisi para pemain perlu mendapat perhatian.

Selain mendesak penanganan hukum, Persib telah mengirimkan surat kepada PSSI untuk melaporkan peristiwa tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mendorong evaluasi dan peningkatan standar keamanan bagi tim, terutama dalam perjalanan maupun saat mengikuti kompetisi kelompok usia.

Adhitia berharap aparat segera mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga mengingatkan bahwa sepak bola semestinya menjadi wadah untuk membangun sportivitas dan persaingan yang sehat. Kekerasan yang mengancam keselamatan pemain, ofisial, maupun pihak lain tidak seharusnya terjadi dalam kegiatan olahraga.

“Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk berkompetisi secara sehat, bukan justru menjadi alasan terjadinya kekerasan yang membahayakan keselamatan orang lain,” pungkasnya.

x
x