Hapkido Kota Bogor menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 dengan target meraih tiga medali emas. Rencana ini disusun setelah kontingen Kota Bogor meraih lima medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido di Lampung, yang menjadi modal psikologis sekaligus bahan evaluasi menjelang persaingan antardaerah.
Porprov Jabar 2026 dijadwalkan berlangsung pada November, sementara proses persiapan atlet Kota Bogor kini memasuki fase pemantapan melalui pemusatan latihan atau training camp di Ciapus, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Hapkido Kota Bogor, Muhamad Opik, menyebut keberhasilan di level nasional sebagai dorongan motivasi serta pijakan untuk menyusun strategi menghadapi nomor-nomor yang dipertandingkan.
Modal lima emas dari Kejurnas Lampung menguatkan mental atlet
Dalam Kejurnas Hapkido di Lampung, Jawa Barat keluar sebagai juara umum dengan raihan 31 medali, termasuk 11 emas. Dari total tersebut, lima medali emas disumbangkan atlet Kota Bogor, sebuah capaian yang membuat tim semakin percaya diri. Opik menilai hasil tersebut menunjukkan kemampuan atlet Kota Bogor untuk bersaing, sekaligus memberi gambaran area yang perlu diperbaiki sebelum Porprov dimulai.
Target tiga emas tidak berdiri tanpa pertimbangan. Opik menegaskan penetapan angka tersebut mempertimbangkan kekuatan atlet yang dibina serta peluang pada nomor yang menjadi fokus pertandingan. Dengan begitu, program latihan tidak hanya mengejar peningkatan performa fisik, tetapi juga diarahkan pada aspek teknis dan taktik yang relevan dengan kebutuhan nomor yang diprioritaskan.
Training camp di Ciapus, Tamansari, fokus performa dan strategi
Untuk mengejar target Porprov, tim menjalankan pemusatan latihan di Ciapus, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Program pembinaan ini telah berlangsung sekitar satu setengah tahun, lalu pada tahap berikutnya atlet masuk ke fase pemantapan melalui training camp yang saat ini berjalan dua bulan. Pelatih Hapkido Kota Bogor, Muhammad Bahrul Gifari, menjelaskan fokus latihan diarahkan pada peningkatan performa, penguatan mental bertanding, serta pematangan taktik dan strategi.
Evaluasi dari Kejurnas menjadi bahan penting dalam perbaikan kekurangan yang ditemukan saat kompetisi. Bahrul menekankan bahwa fase latihan sekarang adalah menjaga konsistensi performa, sehingga atlet tidak hanya mampu tampil bagus di satu pertandingan, tetapi juga mempertahankan ritme kemampuan saat menghadapi lawan yang berbeda. Di sisi lain, tim juga berupaya membangun kekompakan antara atlet dan pelatih, termasuk kedekatan antaratlet agar koordinasi dan pengambilan keputusan di lapangan berjalan lebih solid.
13 atlet Porprov Jabar 2026, mayoritas fokus nomor Daeryun
Porprov Jabar 2026 akan diikuti 13 atlet Hapkido Kota Bogor. Komposisi atlet beragam, mulai dari pelajar dan mahasiswa hingga personel TNI/Polri serta aparatur sipil negara (ASN), yang menunjukkan pembinaan tidak hanya bertumpu pada satu jalur pendidikan atau satu lingkungan. Dari 13 atlet tersebut, 11 atlet diproyeksikan tampil di nomor tarung Daeryun, satu atlet mengikuti nomor lompat tinggi atau Nakbob, dan satu atlet lainnya turun pada nomor seni atau Hyung.
Penekanan pada Daeryun menjadi alasan mengapa tim memfokuskan latihan pada pematangan teknik dan strategi bertanding. Nomor ini juga disebut sebagai andalan Kota Bogor dalam upaya mendulang medali emas, sehingga program latihan dirancang agar atlet siap menghadapi variasi gaya lawan dan mampu mengatur tempo pertandingan.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Lintang, pelajar kelas XII SMA kelahiran 2009. Meski tergolong atlet termuda dalam kontingen, Lintang pernah meraih medali perunggu pada Kejurnas Hapkido di Lampung. Pengalaman yang sudah didapat pada kompetisi nasional dinilai dapat menjadi modal berharga saat menghadapi tekanan pertandingan Porprov.
Pesaing utama dan faktor tuan rumah, Kota Bandung serta Bekasi jadi perhatian
Bahrul mengakui perjalanan menuju podium tertinggi tidak akan mudah. Ia menyebut Kota Bandung, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi sebagai lawan yang perlu diwaspadai. Menurutnya, kualitas lawan di tiga wilayah tersebut berpotensi menentukan perebutan medali, sehingga tim tidak boleh hanya mengandalkan capaian sebelumnya.
Status Kota Bekasi sebagai tuan rumah turut menjadi faktor yang diperhitungkan dalam persaingan. Namun, tim Hapkido Kota Bogor memilih menjaga fokus pada kesiapan internal, mulai dari konsistensi latihan, pematangan strategi, hingga penguatan mental atlet. Bahrul menilai target tiga emas tetap realistis, bahkan peluang untuk melampaui target tersebut masih terbuka selama evaluasi dari Kejurnas terus dibenahi dan program latihan berjalan sesuai rencana.