Peringati Hari Sumpah Pemuda, Polresta dan Cipayung Plus Bogor Galang Dana Korban Karhutla

Riky Iskandar
28 Okt 2026 08:03
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Momentum Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan Polresta Bogor Kota bersama aliansi mahasiswa Cipayung Plus Kota Bogor untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.

Melalui Apel Solidaritas dan Kemanusiaan, keduanya menggalang donasi bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Kegiatan yang digelar di Halaman Mako Polresta Bogor Kota tersebut mengusung tema Cipayung Plus Kota Bogor untuk Negeri. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian lintas elemen sekaligus upaya mendorong peran aktif pemuda dalam merespons persoalan kemanusiaan.

Sejumlah organisasi mahasiswa turut terlibat, yakni HMI, KAMMI, KMHDI, PMII, IMM, GMKI, GMNI, dan PMKRI.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Adhitya Panji Anom mengawali penggalangan dana dengan memindai kode QRIS secara simbolis. Aksi tersebut kemudian diikuti para perwira dan seluruh personel Polresta Bogor Kota.

Adhitya menilai, kolaborasi kepolisian dan mahasiswa dapat menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.

“Kolaborasi antara kepolisian dan mahasiswa dapat menjadi energi positif yang sangat besar untuk kebaikan bersama. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk berpartisipasi dalam pengumpulan donasi agar gerakan solidaritas tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ketua HMI Kota Bogor, Moeltazam MZ, mengatakan penggalangan dana ini dilatarbelakangi kondisi warga terdampak karhutla yang membutuhkan bantuan, terutama mereka yang menghadapi gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Ia mencontohkan kondisi di sejumlah wilayah Kalimantan, ketika kabut asap berkepanjangan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, termasuk anak-anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Polresta Bogor Kota. Sebelumnya, aksi serupa juga telah kami laksanakan bersama Pemkot Bogor di Balai Kota. Penggalangan dana ini ditujukan untuk membantu warga terdampak, seperti di Kalimantan, di mana banyak anak-anak menderita penyakit ISPA akibat kabut asap pekat yang sudah berlangsung berbulan-bulan,” ungkapnya.

Moeltazam berharap dukungan kepolisian dan masyarakat Kota Bogor dapat memperluas jangkauan bantuan serta meringankan beban warga yang terdampak bencana.

Sementara itu, Ketua KAMMI Kota Bogor, La Olo Abdul, menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pemuda dan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyelesaikan persoalan bangsa, termasuk persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Kebakaran hutan dan lahan ini sudah sangat memprihatinkan. Pemuda, mahasiswa, dan instansi seperti kepolisian memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah penderitaan masyarakat,” katanya.

La Olo juga mengingatkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengutip pesan Al-Qur’an, wa la tufsidu fil ardhi ba’da islahiha, yang berarti janganlah membuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki.

Ia menilai kerusakan lingkungan tidak seharusnya dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat, mahasiswa, hingga masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membantu warga yang terdampak bencana.

x
x