
INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Suasana duka menyelimuti pemakaman DH (30) dan putranya, AGF (4), Ibu dan anak itu akhirnya dikebumikan berdampingan dalam satu liang lahat di pemakaman khusus warga di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Kamis (5/11/2026) pagi.
Tangis keluarga pecah saat dua peti jenazah berwarna putih diturunkan ke liang lahat. Kesedihan semakin mendalam ketika ibu korban tak kuasa menahan duka hingga sempat terjatuh lemas saat anak dan cucunya dimakamkan.
Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 08.41 WIB. Keluarga, kerabat, serta warga sekitar turut mengantarkan kedua korban ke tempat peristirahatan terakhir.
Lantunan ayat-ayat talqin mengiringi prosesi pemakaman. Dua peti putih kemudian diletakkan berdampingan di dalam liang lahat yang berdinding tanah merah.
Sejumlah kerabat tampak memegang foto kedua korban. Mereka seolah masih belum percaya ibu dan anak tersebut harus pergi bersama dalam peristiwa tragis yang mengguncang keluarga.
Setelah liang lahat ditutup, keluarga menaburkan kelopak bunga mawar merah muda di atas pusara. Sejumlah pelayat kemudian menyiramkan air dan menanam tanaman hias sebagai tanda penghormatan terakhir.
Kuasa hukum keluarga korban, Ikbal Sermaf, mengatakan pemakaman dilakukan agar kedua korban mendapatkan penghormatan terakhir dan dimakamkan secara layak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Polda Jawa Timur yang telah membantu proses pemulangan kedua jenazah dari Surabaya menuju Bogor menggunakan ambulans.
“Untuk pemakaman hari ini memang korban dan anaknya ini harus dimakamkan karena sebagai syarat biar korban dan anaknya juga bisa khusnul khotimah,” ujar Ikbal seusai pemakaman.
“Kami juga dibantu oleh Polda Jatim terkait dengan ambulans. Kami difasilitasi dari Surabaya menuju ke Bogor,” sambungnya.
Jenazah Tiba di Megamendung Dini Hari
Sebelumnya, dua jenazah korban tiba di rumah duka di Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Kamis sekitar pukul 03.23 WIB.
Kedua jenazah dibawa menggunakan ambulans dari RS Bhayangkara Surabaya setelah melalui proses pemulangan dari Jawa Timur.
Kepala Desa Sukakarya, Hasan Sukandi, mengatakan pemerintah desa bersama masyarakat turut berbelasungkawa atas tragedi yang menimpa warganya.
Pemakaman dilakukan di tempat pemakaman umum setempat karena orang tua korban juga telah lebih dahulu dimakamkan di lokasi tersebut.
“Alhamdulillah, dini hari ini jenazahnya sudah tiba di kampung kami. Direncanakan pagi, kita makamkan di makam umum, karena ada makam orang tuanya di sana. Ada makam bapaknya,” kata Hasan saat ditemui di rumah duka, Kamis subuh.

