Bullying Siswi SMP Cibungbulang Bogor Viral, Korban Dipukul dan Kerudung Ditari

Abdul Halim
19 Sep 2026 13:03
Pendidikan 0 34
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Aksi bullying diduga terjadi di sebuah SMP di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, dan beredar luas melalui video di media sosial. Dalam rekaman tersebut, beberapa siswi terlihat mengelilingi seorang siswi di dalam ruang kelas, sementara korban berupaya melepaskan diri.

Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Jumat, 18 September 2026. Korban mengaku mengalami pemukulan di bagian dada, ditampar hingga wajahnya memar, serta pakaiannya termasuk kerudung ditarik-tarik oleh sejumlah siswi lain. Di akhir kejadian, korban menangis, namun justru terdengar ejekan dari siswa yang berada di lokasi.

Video bullying siswi SMP Cibungbulang Bogor memperlihatkan kerumunan di kelas

Rekaman yang viral memperlihatkan situasi di ruang kelas yang tidak memberi ruang bagi korban untuk bergerak bebas. Sejumlah siswi tampak mengepung korban, sementara salah satu pelaku memegang kepala korban dari belakang. Kondisi itu membuat korban terlihat berusaha melepaskan diri dari cengkeraman pelaku.

Di momen yang sama, siswa dan siswi lain yang berada di kelas disebut hanya menyaksikan. Tidak tampak upaya langsung untuk menghentikan tindakan perundungan, sehingga korban harus menghadapi situasi tersebut hingga akhirnya berhasil lepas dari salah satu pelaku.

Pengakuan korban: dipukul di dada, ditampar, dan kerudung ditarik

Korban menyampaikan bahwa sebelum kejadian berakhir, ia sempat dipukul pada bagian dada oleh salah satu siswi. Setelah itu, korban mengaku ditampar pada bagian wajah oleh siswi lainnya hingga mengalami luka memar.

Selain kekerasan fisik, korban juga menceritakan adanya tindakan yang menyasar pakaian dan penutup kepala. Menurut pengakuannya, baju dan kerudung yang dikenakannya disebut ditarik-tarik oleh sejumlah siswi lain. Dalam video, tindakan pengepungan dan upaya korban untuk lepas dari cengkeraman pelaku menjadi bagian yang paling menonjol.

Ejekan terdengar saat korban menangis, saksi diduga memilih diam

Setelah korban berhasil lepas, ia terlihat menangis. Namun, alih-alih mendapat pertolongan, korban justru mendapatkan ejekan dari sejumlah siswa yang berada di lokasi. Dalam rekaman terdengar suara mengejek korban dengan kalimat berulang yang menggambarkan olok-olok saat korban dalam kondisi tertekan.

Fenomena saksi yang tidak segera membantu menjadi perhatian tersendiri. Ketika perundungan terjadi di ruang kelas, seharusnya ada mekanisme cepat untuk menghentikan kekerasan dan memastikan keselamatan korban, terutama bila pelaku bertindak berkelompok.

Dinas dan sekolah belum memberi keterangan resmi, identitas sekolah masih belum jelas

Hingga berita ini dipublikasikan, identitas sekolah tempat kejadian berlangsung disebut belum diketahui secara pasti. Belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun dinas terkait mengenai peristiwa tersebut.

Ketiadaan informasi resmi membuat sejumlah pertanyaan muncul, mulai dari apakah tindakan perundungan sempat ditangani di lokasi, bagaimana respons pihak sekolah setelah kejadian, hingga langkah apa yang akan diambil untuk mencegah pengulangan. Dalam kasus seperti ini, kejelasan prosedur penanganan menjadi krusial agar korban mendapat perlindungan dan pelaku memperoleh pembinaan yang tepat.

Trauma korban dan dampak psikologis setelah perundungan

Korban disebut mengalami trauma pasca kejadian. Untuk sementara waktu, korban disebut enggan kembali bersekolah. Dampak psikologis seperti ini sering muncul setelah kekerasan dan perundungan, terlebih ketika tindakan terjadi di depan banyak saksi.

Dengan adanya video yang viral, tekanan emosional korban bisa bertambah karena perhatian publik biasanya menyebar cepat. Karena itu, penanganan yang menyentuh aspek psikologis, pendampingan, serta pemulihan rasa aman di lingkungan sekolah menjadi bagian penting yang perlu dipastikan oleh pihak berwenang.

x
x