Disperumkim Kota Bogor akan Pasang GPS Kendaraan Operasional, Ini Tujuannya

Wahfidz Addiyansyah
22 Jul 2026 12:44
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Jawa Barat, akan memasang GPS tracker dan fuel sensor pada kendaraan, dinas tersebut menargetkan penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien sekaligus memperkuat pengendalian operasional di lapangan.

“Teknologi tersebut menjadi solusi untuk menekan biaya operasional yang selama ini cukup besar, terutama akibat tingginya harga bahan bakar Dexlite yang digunakan kendaraan dinas,”ungkap Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, Rabu 22 Juli 2026.

“Yang sedang kami lakukan adalah pemasangan GPS untuk mengatur rute sekaligus memantau pergerakan kendaraan operasional. Harapannya bisa tercipta efisiensi penggunaan BBM dari sisi operasional,” ujar Chusnul.

Ia menuturkan, selain membantu menghemat konsumsi bahan bakar, sistem ini juga memungkinkan setiap kendaraan dipantau secara langsung. Dengan demikian, armada dipastikan hanya digunakan untuk mendukung tugas pelayanan Disperumkim.

“Kami ingin mengetahui kendaraan bergerak ke mana saja. Jangan sampai kendaraan digunakan di luar tugas dan fungsi Disperumkim karena itu juga akan mempercepat keausan kendaraan,” katanya.

Sekretaris Dinas Perumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan, menjelaskan bahwa setiap kendaraan dipasangi tiga perangkat, yakni GPS tracker, fuel sensor, dan smart card. Ketiga perangkat tersebut akan menghasilkan data yang menjadi dasar dalam menghitung kebutuhan bahan bakar secara lebih akurat.

Menurut Erwin, penghitungan konsumsi BBM tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan, melainkan mengacu pada data pergerakan kendaraan yang terekam oleh sistem.

“Penghitungan kebutuhan BBM nantinya berbasis data hasil tracking kendaraan, sehingga kebutuhan bahan bakar bisa dihitung lebih akurat,” jelasnya.

Program ini mulai diterapkan sejak 15 Juli 2026. Saat ini Disperumkim masih berada pada tahap pengumpulan dan analisis data sehingga besaran penghematan belum dapat dipastikan.

“Mudah-mudahan pertengahan Agustus nanti sudah ada hasil analisis sehingga kita bisa mengetahui tingkat efisiensinya. Hasil itu akan menjadi standar dalam menyusun kebutuhan BBM kendaraan ke depan,” ungkap Erwin.

Untuk tahap awal, pemasangan perangkat dilakukan pada sebagian armada. Namun, Disperumkim menargetkan seluruh kendaraan operasional dapat menggunakan sistem serupa.

Armada yang diprioritaskan meliputi kendaraan pengangkut sampah, kendaraan penyiraman, hingga skylift untuk pemeliharaan pohon. Secara keseluruhan terdapat sekitar 40 kendaraan operasional, termasuk kendaraan roda tiga, yang direncanakan akan dipasangi perangkat pemantauan tersebut.

x
x