
Kota Bogor kembali punya tujuan kuliner baru, yakni Bumi Semboja yang menempati bangunan bergaya rumah Belanda berusia lebih dari 100 tahun. Tempat makan ini berlokasi di pusat Kota Bogor, tepatnya di Jalan Semboja Nomor 10, Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah. Dari informasi yang dipublikasikan melalui unggahan akun kuliner, Bumi Semboja dipromosikan sebagai ruang bersantap yang menggabungkan nuansa bangunan lama dengan ragam menu manis hingga makanan berat.
Nama Bumi Semboja mulai ramai dibicarakan karena sejumlah sajian yang disebut menonjol, termasuk ube creme brulee dengan beberapa varian rasa, serta minuman Gardenia Milk Tea yang memadukan osmanthus, melati, dan teh oolong. Untuk rencana kunjungan, tempat ini beroperasi setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WIB, sehingga pengunjung bisa menyesuaikan jam makan, baik untuk sarapan, makan siang santai, maupun menikmati hidangan penutup di malam hari.
Yang membuat Bumi Semboja berbeda dari banyak kafe di pusat Kota Bogor adalah karakter bangunannya. Tempat ini menempati gedung bergaya rumah Belanda yang disebut telah berusia lebih dari satu abad. Bagi pengunjung, suasana seperti ini biasanya memberi pengalaman yang lebih “bercerita”, karena detail arsitektur lama cenderung membentuk atmosfer yang tidak seragam dengan konsep kafe modern.
Lokasinya juga ikut menentukan. Karena berada di Kecamatan Bogor Tengah, Bumi Semboja dapat menjadi alternatif agenda kuliner ketika warga maupun wisatawan sedang berada di area pusat kota. Bagi yang ingin bersantap sambil mengisi waktu luang, keberadaan jam operasional yang panjang membuka peluang untuk datang tanpa harus menunggu jam makan tertentu.
Salah satu menu penutup yang mendapat perhatian adalah ube creme brulee. Hidangan ini disebut tersedia dalam beberapa varian, termasuk original butter dan matcha berry. Kombinasi rasa ube yang khas dengan pilihan varian berbasis butter maupun matcha memberi opsi bagi pengunjung yang menyukai profil rasa berbeda, mulai dari yang cenderung gurih-krimi hingga yang lebih menyegarkan dengan aksen matcha.
Ube creme brulee juga menarik karena biasanya menawarkan dua karakter rasa dalam satu sajian, yakni kelembutan krim dan sensasi lapisan karamel pada permukaannya. Walau detail teknik penyajiannya tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia, keberadaan beberapa varian rasa menunjukkan upaya untuk menyesuaikan preferensi pengunjung.
Selain fokus pada hidangan manis, Bumi Semboja juga menawarkan menu makanan berat dengan ragam cita rasa. Dalam unggahan yang memperkenalkan tempat ini, beberapa menu yang disebut antara lain bubur lintas negara, nasi rawon, serta nasi sei sapi khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Keberagaman menu seperti ini membuat pengunjung tidak perlu memilih antara “sekadar dessert” atau “makan utama”, karena keduanya bisa didapat dalam satu kunjungan.
Bagi pelanggan yang datang bersama keluarga atau teman, pilihan menu gurih seperti rawon dan sei sapi biasanya memudahkan pembagian selera. Rawon dikenal dengan rasa kuah yang cenderung kaya rempah, sedangkan sei sapi khas NTT identik dengan olahan daging yang beraroma kuat. Sementara itu, bubur lintas negara memberi karakter berbeda yang lebih ringan, cocok bagi pengunjung yang ingin menu hangat tanpa terlalu berat.
Minuman yang turut dipromosikan adalah Gardenia Milk Tea. Disebutkan bahwa minuman ini memadukan osmanthus, melati, dan teh oolong. Perpaduan bunga dan teh aromatik seperti ini cenderung menghasilkan profil rasa yang harum, dengan kesan manis yang tidak hanya berasal dari susu, tetapi juga dari karakter teh.
Bagi pengunjung yang menyukai minuman dengan aroma floral, Gardenia Milk Tea dapat menjadi pasangan yang pas saat menikmati hidangan penutup seperti ube creme brulee. Konsep pairing seperti ini sering menjadi pertimbangan ketika orang datang untuk mencicipi beberapa menu sekaligus, terutama jika mereka ingin merasakan variasi rasa dari manis ke minuman.
Jika ingin berkunjung, Bumi Semboja berada di Jalan Semboja Nomor 10, RT 02/RW 08, Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Tempat ini beroperasi setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WIB.
Dengan jam operasional tersebut, pengunjung dapat menyesuaikan rencana makan sesuai aktivitas harian. Bagi yang bekerja atau kuliah di sekitar pusat kota, jam buka yang lebih pagi memberi kesempatan untuk sarapan atau makan siang lebih awal. Sementara itu, waktu hingga malam memungkinkan pengunjung menikmati suasana bangunan bersejarah sekaligus mencicipi menu manis setelah jam aktivitas.
Meski informasi menu dan ketersediaannya bisa berubah, calon pengunjung biasanya tetap perlu memastikan pilihan hidangan yang diinginkan saat datang langsung ke lokasi.

