Sunset di Kebun Phase 2: Saat Musik, Alam, dan Kreativitas Menyatu di Kebun Raya Bogor

Nelly Sipayung
30 Agu 2026 08:21
5 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Ribuan pecinta musik dan alam memadati Kebun Raya Bogor dalam gelaran Sunset di Kebun Phase 2, sebuah festival yang menghadirkan perpaduan musik, seni, budaya, kreativitas, dan pesan konservasi. Digelar selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, acara ini sukses mengubah kawasan hijau Kebun Raya Bogor menjadi ruang pertemuan penuh warna bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

 

Sejak pagi hingga menjelang senja, pengunjung menikmati beragam aktivitas kreatif dan edukatif sebelum dimanjakan dengan penampilan musisi-musisi nasional di panggung utama.
Hari pertama, Sabtu (29/8/2026), menghadirkan deretan musisi seperti Tatlo, Astri, Bilal Indrajaya, Sore Ze Band, Raisa, hingga Juicy Luicy. Suasana semakin meriah ketika Raisa naik ke atas panggung. Dengan suara khas dan penampilannya yang memukau, sang diva berhasil menghipnotis ribuan Sunset People yang larut dalam setiap lagu.

Antusiasme penonton pun tak kalah besar menyambut penampilan Juicy Luicy, salah satu musisi yang paling dinantikan dalam gelaran hari pertama. Ribuan penonton bernyanyi bersama, menciptakan suasana hangat dan emosional di tengah keindahan senja Kebun Raya Bogor.

Keseruan berlanjut pada hari kedua, Minggu (30/8/2026). Ashira Zamita, Hursa, dan Ecoutez membuka rangkaian penampilan sebelum suasana semakin pecah bersama Perunggu. Energi panggung dan antusiasme penonton membuat hari kedua Sunset di Kebun semakin berkesan.

Penampilan Nadin Amizah kemudian membawa suasana yang lebih intim dan emosional. Lagu-lagu yang dibawakannya sukses membuat ribuan penonton larut dalam suasana senja yang berpadu dengan keindahan alam Kebun Raya Bogor.

Sebagai penutup, Tulus tampil memukau dan menjadi puncak kemeriahan Sunset di Kebun Phase 2. Ribuan penonton yang hadir menikmati setiap penampilannya, sekaligus menutup dua hari festival dengan pengalaman yang tak terlupakan.

Sunset di Kebun Phase 2: Saat Musik, Alam, dan Kreativitas Menyatu di Kebun Raya Bogor

Managing Director Pengelola Kebun Raya sekaligus penyelenggara acara dari PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan Sunset di Kebun dikembangkan sebagai pengalaman yang mempertemukan masyarakat dengan Kebun Raya melalui pendekatan yang dekat dengan gaya hidup dan minat generasi muda.

“Sunset di Kebun kami hadirkan bukan sekadar sebagai pertunjukan musik, tetapi sebagai ruang pertemuan antara musik, alam, kreativitas, budaya, dan pesan konservasi. Kami ingin masyarakat datang untuk menikmati musisi favoritnya, tetapi pada saat yang sama mendapatkan wawasan lingkungan baru tentang Kebun Raya dan kekayaan hayati yang ada di dalamnya,” ujar Marga.

Menurutnya, kehadiran musik di ruang terbuka menjadi medium yang efektif untuk memperkenalkan Kebun Raya dari perspektif yang lebih luas kepada masyarakat.

Salah satu pesan utama yang dibawa dalam Sunset di Kebun Phase 2 adalah pentingnya mengenal dan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Melalui program Plant Heroes, pengunjung diperkenalkan dengan tanaman Hoya, kelompok tumbuhan epifit yang tumbuh di hutan tropis dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, hingga Papua.

Keindahan dan keunikan tanaman tropis juga menjadi bagian dari konsep panggung utama melalui tema “Vertical Garden, Sunset Bogor”. Tanaman seperti Hoya, Bromelia, Philodendron, Heliconia, dan berbagai jenis pakis menghiasi area panggung, memperkuat karakter Kebun Raya di tengah kemeriahan festival musik.

General Manager Event PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan, mengatakan musik dan pengalaman langsung di alam menjadi cara yang menyenangkan untuk menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat.

Sunset di Kebun Phase 2: Saat Musik, Alam, dan Kreativitas Menyatu di Kebun Raya Bogor

“Sunset di Kebun bukan hanya menjadi tempat untuk menikmati musik. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat pengunjung dapat menikmati suasana Kebun Raya sekaligus mengenal lebih dekat alam dan kekayaan hayati Indonesia,” ujar Abi.

Tak hanya musik, Sunset di Kebun Phase 2 juga menghadirkan Kultura, sebuah ruang yang mempertemukan festival dengan seni dan budaya. Pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan, mulai dari Tari Legong dan Tari Pendet oleh Sanggar Seni Dewi Sri, musikalisasi puisi dan slam poetry bersama Gramedia Pustaka Utama, Gek Gek Gong Teater, hingga Tari Barong.

Berbagai aktivitas kreatif juga tersedia di area Natura. Pengunjung dapat mengikuti kelas merangkai bunga, merajut, merakit, pot painting, hingga membuat kokedama.
Kebun Raya Bogor turut menghadirkan aktivitas live sablon, press patch, serta kelas edukasi seperti Oshibana, Ecoprint, dan pembuatan Lilin Aromaterapi.

Bagi pengunjung yang ingin mengekspresikan kreativitas, tersedia pula program Corat-Coret sebagai ruang untuk menuangkan ide melalui gambar dan tulisan. Sementara Paket Cinta mengajak pengunjung kembali merasakan nostalgia budaya berkirim surat melalui aktivitas bertukar pesan.

Semangat keberlanjutan juga diwujudkan melalui program Bike to Sunset yang mengajak masyarakat menuju venue dengan bersepeda. Program ini melibatkan komunitas Olah Gaya dan Sor.Ride sebagai bagian dari kampanye gaya hidup sehat sekaligus upaya mengurangi emisi karbon.

“Pesan keberlanjutan tidak harus selalu disampaikan dengan cara yang formal. Kami mencoba menghadirkannya melalui aktivitas yang dapat dilakukan dan dirasakan langsung oleh pengunjung,” kata Abi.

Sunset di Kebun Phase 2 membuktikan bahwa Kebun Raya dapat menjadi ruang publik yang mempertemukan berbagai aktivitas masyarakat. Musik, seni budaya, edukasi, kreativitas, komunitas, kuliner, hingga konservasi berpadu dalam satu pengalaman.

Dengan mayoritas pengunjung berasal dari wilayah Bogor Raya serta didominasi kelompok usia produktif, festival ini menjadi salah satu ruang yang semakin dekat dengan generasi muda dan masyarakat urban.

Selama dua hari penyelenggaraan, ribuan Sunset People tak hanya datang untuk menyaksikan musisi favorit mereka. Mereka juga menikmati suasana hijau Kebun Raya, mengikuti berbagai aktivitas kreatif, mengenal kekayaan hayati Indonesia, hingga merasakan pengalaman festival yang berbeda.

Ketika senja turun di Kebun Raya Bogor, musik pun menjadi penghubung antara manusia dan alam. Sunset di Kebun Phase 2 akhirnya bukan sekadar festival musik, melainkan sebuah perayaan tentang kreativitas, kebersamaan, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dan bagi ribuan penonton yang hadir, dua hari di Kebun Raya Bogor itu menjadi sebuah pengalaman yang mungkin akan sulit dilupakan.

x
x