google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Pertimbangannya betul kita ingin melaksanakan CFD. Tetapi di lokasi misalnya di Jalan Jenderal Sudirman itu ada tiga gereja. Nah, para jemaat gereja ini menyampaikan ke kita, kalau diselenggarakan di hari Minggu misalnya, kan mereka ibadahnya hari Minggu. Mereka lewat mana? Saya juga mikirkan itu,” ujar Dedie, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, kebijakan penyelenggaraan CFD harus mempertimbangkan kepentingan seluruh warga tanpa membedakan latar belakang agama maupun aktivitas yang dilakukan.
“Karena kan warga Bogor bukan hanya yang muslim saja atau yang non-muslim yang lain, yang mereka ke gereja juga harus saya pikirkan,” katanya.


Tidak ada komentar