
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Kirab Merah Putih dalam rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026 berlangsung semarak. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia itu digelar dengan mengarak bendera Merah Putih dari kawasan Tugu Kujang hingga Pusdikzi, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor.
Sebanyak lima rangkaian bendera Merah Putih dengan total panjang mencapai 500 meter dibawa secara bersama-sama oleh berbagai elemen masyarakat. Peserta kirab terdiri dari unsur TNI, Polri, komunitas, pelajar, hingga masyarakat umum.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, Danrem 061/Suryakencana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, Unsur Forkopimda Kota Bogor dan tamu undangan lainnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pelaksanaan Kirab Merah Putih tahun ini menjadi momentum untuk menjaga tradisi yang telah berlangsung selama 11 tahun sekaligus menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi muda.
“Kita merasa bersyukur untuk yang ke-11 kalinya kirab Festival Merah Putih kita laksanakan. Bersyukur yang pertama, ini ada tokoh-tokoh besar Bogor sebagai penggagas dan insyaallah kita akan wariskan nilai-nilai kebaikan ini, nilai nasionalisme, rasa cinta kepada tanah air dan bangsa kepada generasi muda kita,” kata Dedie, Minggu (9/8/2026)
Menurutnya, Festival Merah Putih tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara.
“Yang penting, hari ini mari kita rayakan kebersamaan Kota Bogor, sebuah tradisi baik yang mudah-mudahan bisa terus abadi sampai ke depan,” ujarnya.
Dedie berharap generasi muda Kota Bogor dapat terus merespons kegiatan-kegiatan positif yang menumbuhkan rasa nasionalisme dan semangat menjaga persatuan.
“Mudah-mudahan juga generasi muda Kota Bogor dapat merespons juga kegiatan yang positif ini sebagai salah satu bentuk kecintaan kepada tanah air dan bangsa untuk terus membangkitkan rasa nasionalisme kita,” katanya.
Sementara itu, Danrem 061/Suryakencana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, menilai pelaksanaan Festival Merah Putih yang telah memasuki tahun ke-11 harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian seluruh elemen terhadap Kota Bogor.
Mengusung tagline “Dari Bogor untuk Indonesia”, ia menekankan bahwa semangat tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Ini sudah tahun ke-11 Festival Merah Putih. Kita jadikan tagline-nya ‘Dari Bogor untuk Indonesia’ tidak hanya sebatas tagline. Mari kita jaga Bogor, jaga kebersihannya, jaga ketertibannya,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi sebuah kota mencerminkan karakter masyarakat yang tinggal di dalamnya. Karena itu, upaya membangun Bogor menjadi kota yang lebih baik membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.
“Karena wajah sebuah kota itu sebetulnya adalah wajah masyarakatnya. Kalau Kota Bogor dianggap masih kurang rapi, berarti kita masyarakatnya yang kurang rapi. Kalau Kota Bogor dianggap masih semrawut, berarti kita masyarakatnya yang masih semrawut,” katanya.
Ia pun mengajak Pemerintah Kota Bogor, TNI, Polri, komunitas, serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Bogor agar semangat “Dari Bogor untuk Indonesia” benar-benar dapat diwujudkan.
“Sehingga mari sama-sama, kita Pemerintah Kota Bogor, TNI, Polri, dan semua unsur, mari kita bangun sehingga kita jadikan tagline ini menjadi kenyataannya: ‘Dari Bogor untuk Indonesia’,” tuturnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kirab Merah Putih tersebut.
Ia menyebut kegiatan yang digelar masyarakat Kota Bogor bukan sekadar kirab biasa, melainkan menjadi simbol untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dalam mengisi kemerdekaan.
“Kami dari Pemda Provinsi Jawa Barat atas nama Pak Gubernur menyampaikan apresiasi, penghargaan yang luar biasa kepada panitia, Pemkot Bogor, dan masyarakat Bogor yang telah melaksanakan Kirab Merah Putih dalam rangka Festival Merah Putih Bogor,” kata Herman.
Menurut Herman, semangat perjuangan yang ditampilkan dalam kirab tersebut memiliki makna penting, terlebih Indonesia kini telah memasuki 81 tahun kemerdekaan.
“Kami yakin ini bukan kirab sembarang kirab. Ini adalah kirab perjuangan!” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, generasi saat ini memiliki tugas untuk melanjutkan perjuangan tersebut melalui pembangunan dan pengisian kemerdekaan.
“81 tahun yang lalu, tepatnya 1945, kemerdekaan kita rebut dengan darah, dengan jiwa dan raga. Dan para pendahulu kita, para pahlawan bertaruh untuk Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai semangat perjuangan harus tetap dipelihara, meski bentuk perjuangan saat ini berbeda dengan masa merebut kemerdekaan.
“Kalau dulu merebut kemerdekaan, sekarang mengisi kemerdekaan. Tentu kami berharap spiritnya sama. Kalau dulu ‘merdeka atau mati’, saat ini juga kalau kita ingin mengisi kemerdekaan dan hasilnya maksimal, pertaruhannya harus sama: maju atau mati!” katanya.
Herman berharap semangat yang lahir dari Festival Merah Putih dapat menjadi energi bersama untuk mendorong Kota Bogor menjadi daerah yang semakin maju.
“Untuk Bogor yang lebih baik. Untuk Bogor menjadi kota terbaik di Jawa Barat, bahkan di Indonesia, baheula, di dunia, dan saya yakin bisa!” ujarnya.
Ia juga berharap kemajuan Kota Bogor dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan Jawa Barat secara keseluruhan.
“Mudah-mudahan dengan Bogor yang maju pada akhirnya bisa mengantarkan Jawa Barat Istimewa,” pungkasnya.

