Dari Karya ke Keberanian: Cerita Peserta PEDAL JUARA di Bazaar Karya Juara

Hasan U
10 Sep 2026 04:36
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BEKASI — Sebuah produk mungkin hanya membutuhkan beberapa langkah untuk dibuat. Namun, bagi peserta didik SMP Adisa, Bantargebang, Bekasi, keberanian untuk menawarkan hasil karya kepada orang lain menjadi pengalaman yang jauh lebih berarti.

Pengalaman tersebut mereka rasakan dalam Bazaar Karya Juara, salah satu rangkaian program PEDAL JUARA yang dilaksanakan mahasiswa IPB University. Dalam kegiatan ini, peserta tidak ditempatkan hanya sebagai pembuat produk, tetapi juga diberi kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana sebuah karya diperkenalkan kepada masyarakat.
Sebelum bazaar dimulai, peserta telah menghasilkan berbagai produk melalui proses pembelajaran berbasis pengalaman. Pada tahap berikutnya, mereka dihadapkan pada situasi yang berbeda: berbicara dengan calon pembeli, menjelaskan produk, serta meyakinkan orang lain untuk menghargai hasil karya mereka.
Tantangan terbesar bukan selalu tentang menjual produk. Bagi sebagian peserta, menyapa orang yang belum dikenal dan memulai percakapan menjadi keberanian tersendiri.
Perlahan, situasi tersebut berubah. Peserta yang sebelumnya cenderung menunggu mulai berinisiatif menghampiri warga. Mereka menawarkan produk, menjawab pertanyaan, dan menceritakan hasil karya yang telah dibuat.
“Setelah berjualan aku jadi lebih tertarik untuk membuat produk dan memasarkannya juga agar bisa menambah duit jajan,” ujar Nia, salah satu peserta PEDAL JUARA.
Respons masyarakat kemudian memperkuat pengalaman tersebut. Seluruh produk yang dibawa peserta berhasil terjual. Transaksi itu menjadi pengalaman nyata bahwa karya yang mereka hasilkan tidak hanya selesai di meja belajar, tetapi dapat digunakan, ditawarkan, dan dihargai oleh orang lain.
Nazwa, pembeli dari Komunitas Literasi Tambun Selatan, melihat keberanian tersebut ketika berinteraksi dengan peserta.
“Anak-anaknya pada berani untuk menjawab. Saat aku beli aku juga tanya-tanyakan, pokoknya responsif dan keren banget sih,” ujar Nazwa.
Perubahan serupa juga diamati oleh Zaenal, Kepala Sekolah Adisa. Menurutnya, perkembangan peserta mulai terlihat setelah mengikuti rangkaian PEDAL JUARA, termasuk ketika mereka berhadapan langsung dengan masyarakat dalam kegiatan bazaar.
“Setelah mengikuti program sampai bazaar ini, anak-anak terlihat lebih ingin buat pergi ke sekolah ya, Kak. Apalagi anak-anak juga semakin percaya diri untuk menjawab,” ujar Zaenal.
Bagi peserta, Bazaar Karya Juara akhirnya menjadi ruang untuk menguji keberanian yang sebelumnya dibangun melalui proses pembelajaran. Mereka belajar bahwa kewirausahaan bukan hanya tentang menghasilkan barang dan memperoleh uang, tetapi juga tentang berani memperkenalkan kemampuan diri.
Hari itu, yang terjual bukan hanya produk buatan peserta. Ada kepercayaan diri yang ikut tumbuh ketika mereka menyadari bahwa karya mereka layak diperlihatkan dan suara mereka layak didengar.
x
x