Udara Kota Bogor Membaik, Dedie Rachim Sambut Siswa Kembali ke Sekolah

Riky Iskandar
9 Sep 2026 04:14
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) kembali berlangsung di seluruh satuan pendidikan di Kota Bogor, Rabu (9/9/2026), setelah kondisi kualitas udara dinyatakan membaik.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Herry Karnadi turun langsung memastikan kesiapan sekolah. Salah satunya dengan meninjau SDN Duta Pakuan Bogor.

Kedatangan Dedie disambut antusias para siswa yang kembali memasuki lingkungan sekolah setelah dua hari mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sebelumnya, Pemkot Bogor menerapkan PJJ pada 7-8 September 2026 sebagai langkah antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpengaruh terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, termasuk Kota Bogor.

Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan peserta didik.

Namun, pada Rabu pagi, kondisi kualitas udara Kota Bogor menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor yang terkoneksi dengan sistem ISPU Kementerian Lingkungan Hidup, kadar PM2,5 sejak pukul 06.00 WIB tercatat 19,6 ug/m3 atau berada dalam kategori baik.

Satu jam kemudian, kadar PM2,5 berada di angka 20,1 ug/m3 dan masih dalam kategori baik. Sementara rata-rata 24 jam tercatat 36,72 ug/m3 dengan kondisi yang masih dapat diterima bagi kesehatan manusia.

Dengan membaiknya indikator kualitas udara tersebut, PTM kembali diberlakukan. Meski demikian, sekolah diminta tetap melakukan langkah antisipasi apabila kondisi udara kembali memburuk.

Dedie mengatakan pihaknya telah memastikan kondisi sekolah dalam keadaan bersih dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Saya sudah memastikan sekolah siap, sudah bersih kembali, dan yang juga penting adalah memastikan adanya menerapkan protokol kesehatan kalau misalnya ada kedaruratan, terjadi penurunan indeks kualitas udara karena adanya erupsi yang kembali terjadi,” kata Dedie saat meninjau SDN Duta Pakuan, Rabu (9/9/2026).

Ia menegaskan, pelaksanaan PTM saat ini tetap harus menyesuaikan kondisi kualitas udara. Sekolah juga diminta mengurangi aktivitas yang dilakukan di luar ruangan.

“Jadi boleh melaksanakan kegiatan tatap muka, tapi mengurangi intensitas untuk kegiatan di luar ruangan. Nah, itu kurang lebih yang saya laksanakan pada hari ini dan saya lihat SDN Duta Pakuan ini siap,” ujarnya.

Selain memastikan kualitas udara, Disdik Kota Bogor sebelumnya telah menginstruksikan sekolah untuk melakukan pengecekan dan pembersihan lingkungan sebelum kembali menerima siswa.

Protokol kesehatan juga tetap perlu diterapkan, terutama saat peserta didik berangkat maupun selama berada di lingkungan sekolah apabila kondisi udara kembali memasuki fase waspada.

Pantauan di SDN Duta Pakuan menunjukkan para siswa kembali mengikuti kegiatan belajar secara langsung dengan penuh antusias. Sejumlah anak tampak riang saat memasuki sekolah dan bertemu kembali dengan teman maupun guru setelah menjalani PJJ selama dua hari.

x
x