google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dari berbagai kelompok usia dan latar belakang menjadikan FMP sebagai wadah yang mampu mempererat persatuan warga Kota Bogor.
“Setiap hari ada penaikan dan di sore harinya ada penurunan Sang Saka Merah Putih, diikuti oleh hampir seluruh elemen masyarakat Kota Bogor. Dari segala macam kelompok, yang muda, yang dewasa. Insyaallah menjadi satu perekat bagi warga Kota Bogor untuk terus sayang, cinta kepada tanah air dan bangsa,” ujarnya.
Dedie juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan FMP sebagai warisan dari para sesepuh dan tokoh masyarakat Bogor yang memiliki visi untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi berikutnya.
Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi peserta dalam setiap rangkaian FMP, tetapi juga memahami nilai-nilai nasionalisme yang menjadi dasar lahirnya tradisi tersebut.


Tidak ada komentar