Digelar BBMC Indonesia, Ratusan Penghobi Motor Klasik Adu Cepat di International Classic Bike Race 2026 Sentul

Riky Iskandar
13 Sep 2026 23:38
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Balap motor klasik kembali digelar melalui International Classic Bike Race 2026. Sebanyak 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia ikut meramaikan ajang yang berlangsung di Sentul Internasional Karting Circuit, Kabupaten Bogor, 12-13 September 2026.

Digelar Bikers Brotherhood MC (BBMC) Indonesia, kompetisi tersebut menghadirkan puluhan motor vintage dari berbagai merek dan negara asal. Selain menjadi arena balap, kegiatan ini juga menjadi momentum berkumpulnya komunitas pecinta motor klasik untuk memperkuat silaturahmi.

Ketua Steering Committee (SC) International Classic Bike Race 2026, Iqbal R. Siregar mengatakan, peserta yang ambil bagian datang dari sejumlah daerah seperti Jakarta dan Surabaya. Bahkan, satu peserta tercatat berasal dari Malaysia.

“Total sampai hari ini itu ada 150 peserta dari seluruh Indonesia. Ada dari Surabaya, Jakarta dan lainnya. Satu orang bahkan dari Malaysia,” kata Iqbal, Minggu (13/9/2026).

Ia menyebutkan, kompetisi tahun ini terbagi dalam 27 kelas. Kategori yang dipertandingkan antara lain motor klasik Eropa 2-tak dan 4-tak, Jepang 2-tak dan 4-tak, Amerika 4-tak, Vespa serta kelas lainnya.

Keberagaman kategori tersebut membuat pemilik motor lawas dari berbagai klub memiliki kesempatan untuk membawa kendaraan mereka ke lintasan dan merasakan atmosfer kompetisi.

Menurut Iqbal, digelarnya kembali balap motor klasik di Sentul juga menghadirkan nuansa nostalgia bagi BBMC Indonesia. Sebab, komunitas tersebut terakhir menggelar balapan di lokasi yang sama pada 2011.

“Kami ini sebetulnya menggelar balap dari tahun 2000, tapi terakhir kami main di Sentul itu 2011. Berarti 15 tahun yang lalu. Jadi istilahnya kami sekarang 2026 ini seperti nostalgia tahun 2011,” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan unsur nostalgia, panitia juga memberikan daya tarik kompetisi melalui hadiah. Tersedia hadiah uang tunai dengan total puluhan juta rupiah serta satu unit motor klasik Eropa bagi peserta yang berhasil meraih prestasi.

Ketua Organizing Committee (OC) International Classic Bike Race 2026, Bayu Pradana mengatakan, tingginya antusiasme penghobi motor klasik menjadi salah satu alasan ajang tersebut kembali digelar.

Sebelumnya, BBMC Indonesia juga menggelar balap motor klasik pada 2024 di Brigif, Bandung. Menurut Bayu, karakter motor klasik membuat kompetisi tersebut memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan balap motor pada umumnya.

“Ini balapan klasik, satu hobi yang luar biasa. Mereka juga ingin menyalurkan hasrat balap di sirkuit. Namun motor klasik ini antik, jadi kami juga melihatnya tidak balap seperti motor yang lain,” tuturnya.

Bayu menilai, keberadaan motor-motor lawas di lintasan bukan hanya soal kecepatan. Kendaraan tersebut juga menjadi bagian dari sejarah dan budaya yang ingin terus dirawat oleh para penggemarnya.

“Tapi inilah mewariskan budaya dari keklasikannya,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, International Classic Bike Race juga dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan antaranggota klub. Para penghobi dapat bertukar informasi mengenai motor, pengalaman hingga suku cadang.

“Sehingga wadahnya selalu bertemu setiap tahun, saling bertukar pikiran, dan ya ada tukar sparepart. Ini jadi satu hobi yang luar biasa yang kami selalu ingin animonya tiap tahun berjalan,” jelas Bayu.

Pembina Dewan Adat BBMC Indonesia, Irjen Pol (Purn./Akt.) Dr. R.C. Gumay mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah positif bagi pemilik motor klasik yang memiliki minat terhadap dunia balap.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI) serta pihak pengelola Sentul. Dukungan tersebut, kata Gumay, membuka peluang agar ajang serupa dapat dilaksanakan lebih sering.

“Nah kebetulan Ananda Mikola support besar, akhirnya kami diberikan suatu tempat dan supaya event ini dijadikan dua atau tiga kali setahun,” ungkapnya.

Menurut Gumay, penyediaan lintasan balap juga menjadi bagian dari upaya mengarahkan para penghobi agar menyalurkan kegemarannya di tempat yang sesuai.

“Untuk meluapkan gairahnya balapan daripada di jalan, kami alirkan di sini. Kami akan terus bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang ada di Indonesia,” tegas Gumay.

Salah satu pendiri BBMC Indonesia, Ramlan SS menilai, penyelenggaraan International Classic Bike Race 2026 menjadi bukti bahwa motor-motor lawas masih memiliki daya tarik kuat di tengah perkembangan dunia otomotif.

Ia melihat antusiasme peserta cukup tinggi, terlebih kendaraan yang turun ke lintasan memiliki karakter dan kapasitas mesin yang beragam, mulai dari motor berperforma tinggi hingga motor berkapasitas sekitar 50 cc.

“Saya lihat bagus animonya seru juga. Saya berharap semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan,” kata Ramlan.

Ia berharap International Classic Bike Race dapat menjadi agenda tahunan dengan jumlah peserta yang terus bertambah, termasuk keterlibatan lebih banyak peserta dari luar negeri.

“Mudah-mudahan bisa setahun sekali diadakan International Classic Bike. Jadi tahun depan mudah-mudahan pelaksanaan akan lebih baik, peserta lebih banyak, dan dari internasional juga mudah-mudahan akan lebih banyak ikut di event ini,” pungkasnya.

x
x