google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html
Ia berharap masyarakat tidak membuang sampah ke Kali Ciapus Tamansari. Alasannya jelas, karena tindakan tersebut dapat merusak lingkungan setempat dan mengganggu ekosistem yang bergantung pada kondisi aliran sungai. Dengan begitu, bebersih bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya mencegah dampak berantai seperti penurunan kualitas air dan potensi gangguan lingkungan.
Lebih lanjut, Teguh menjelaskan bahwa kegiatan bebersih merupakan program agenda rutin yang dilakukan setiap Minggu. Artinya, Kali Ciapus Tamansari menjadi salah satu titik yang masuk prioritas, namun bukan satu-satunya lokasi yang dikerjakan.
Menurutnya, program bebersih keliling dilakukan ke wilayah-wilayah di Kecamatan Tamansari. Pola kerja seperti ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pengendalian sampah, sekaligus menjaga konsistensi upaya kebersihan agar tidak berhenti setelah satu kali aksi.
Di luar isu sampah, Teguh juga menyampaikan kondisi wilayah yang mulai mengalami kekeringan pada musim kemarau. Ia menyebut beberapa desa di Kecamatan Tamansari telah mengalami kondisi tersebut, yaitu Desa Sukajaya, Desa Sukaluyu, dan Desa Sukajadim.
Penanganan kekeringan dilakukan melalui beberapa skema bantuan. Sebagian wilayah, lanjut Teguh, sudah dibantu dengan tangki air. Selain itu, ada dukungan dari organisasi masyarakat atau yayasan melalui program pengboran sumur. Ia juga menyebut adanya program sumur bor untuk masyarakat yang bersumber dari dana desa di Sukajadi.


Tidak ada komentar