google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Bogor, Pemkab Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda

Abdul Halim
26 Agu 2026 15:00
Peristiwa 0 14
4 menit membaca

Harapannya, pemuda Kabupaten Bogor tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Mereka perlu didorong menjadi pencipta inovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan pendekatan seperti ini, Pramuka tidak hanya menjadi wadah pembentukan sikap, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk literasi digital yang sehat, terukur, dan berpihak pada kemajuan bersama.

Peringatan ke-65 hari Pramuka tingkat Kabupaten Bogor, di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Cibinong, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pesan Presiden: Pramuka sebagai wadah belajar, bekerja sama, dan berkarya

Dalam sambutannya, Agus juga menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional (Jamnas) XII di Cibubur pada 14 Agustus 2026. Inti pesannya menekankan pentingnya Gerakan Pramuka sebagai wadah bagi anak-anak Indonesia untuk belajar, bekerja sama, dan menghasilkan karya positif.

Pesan tersebut relevan dengan kebutuhan sosial masa kini. Kolaborasi dan kemampuan bekerja dalam tim menjadi kompetensi penting, terutama ketika tantangan publik bersifat lintas sektor. Melalui kegiatan Pramuka, pembinaan dapat diarahkan agar peserta terbiasa menyelesaikan masalah secara bersama, mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta membangun budaya berprestasi yang sehat.

Transformasi organisasi PASTI HEBAT 2030 dan arah pembangunan daerah

Agus turut mengapresiasi Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor atas komitmennya melakukan transformasi organisasi melalui jargon PASTI HEBAT 2030. Jargon tersebut merujuk pada aspek profesional, adaptif, solid, terukur, dan istimewa, yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Bogor ke depan.

Menurut Agus, cita-cita menuju Kabupaten Bogor yang istimewa dan gemilang pada 2030 membutuhkan peran aktif semua elemen masyarakat, termasuk Gerakan Pramuka. Ia menegaskan bahwa membangun daerah tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun manusianya. Karena itu, investasi pada pendidikan karakter dipandang sebagai kunci kualitas kepemimpinan masa depan, sekaligus penopang keberlanjutan program pembangunan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x