Hazairin CEO Metropolitan Group Bahas Akar Korupsi di Uji Publik Kabinet Bayangan

Abdul Halim
27 Agu 2026 13:19
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – CEO Metropolitan Group Hazairin Sitepu hadir sebagai penanggap dalam Uji Publik Kabinet Bayangan di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026. Dalam forum yang mengangkat isu strategis nasional, Hazairin menyoroti maraknya korupsi, penanganan masalah kemanusiaan, serta tantangan pendidikan dan efektivitas pemerintahan.

Menurut Hazairin, materi yang dibahas dinilai nyambung dengan kondisi yang sedang terjadi di Indonesia. Ia menekankan bahwa berbagai persoalan tersebut tidak cukup dibaca sebagai gejala, tetapi perlu ditelusuri secara mendasar untuk menentukan sumber masalahnya, apakah berasal dari sistem atau dari keputusan pemimpin, khususnya Presiden.

Hadir di Uji Publik Kabinet Bayangan, Hazairin Sitepu Pertanyakan Akar Persoalan di Indonesia

Hazairin tekankan akar masalah korupsi dan persoalan nasional

Dalam penyampaian di forum, Hazairin menyatakan bahwa ia membawa pandangan tentang situasi aktual yang berkaitan dengan korupsi yang dinilai semakin masif. Ia juga menyoroti penanganan isu kemanusiaan yang menurutnya belum berjalan baik, termasuk persoalan pendidikan dan masalah lain yang ikut memengaruhi kualitas tata kelola negara.

Ia menilai, cara membaca situasi semacam ini harus lebih tajam. Jika hanya menyalahkan pihak tertentu tanpa memahami akar persoalan, perbaikan yang dilakukan berpotensi tidak menyentuh sumbernya. Karena itu, ia mendorong diskusi untuk menilai apakah persoalan nasional yang muncul merupakan akibat dari kesalahan sistem atau kesalahan kepemimpinan.

Sistem bermasalah atau kesalahan Presiden, pendekatan perbaikannya berbeda

Hazairin secara spesifik mempertanyakan apakah yang terjadi merupakan kesalahan sistem atau kesalahan pemimpin. Dalam penilaian pribadi yang ia sampaikan, konteks kepemimpinan yang dimaksud merujuk pada Presiden sebagai pengambil keputusan di level tertinggi.

Jika persoalan dianggap bersumber dari sistem, Hazairin menyebut perlunya pendekatan untuk memperbaiki sistem yang dinilai keliru. Namun, bila masalah lebih terkait dengan kesalahan Presiden, ia menilai yang dibutuhkan adalah strategi terbaik agar kesalahan tersebut dapat diperbaiki dan tidak terulang lagi.

CEO Metropolitan jadi penanggap saat diskusi Uji Publik Kabinet Bayangan

Gagasan ini memberi arah yang praktis untuk diskusi publik. Forum semacam Uji Publik Kabinet Bayangan tidak berhenti pada kritik, tetapi mendorong perumusan langkah yang relevan sesuai sumber masalahnya. Dengan begitu, solusi yang muncul lebih terukur, baik dari sisi desain kebijakan maupun arah perbaikan tata kelola.

Konsekuensi keputusan Presiden bagi kepentingan masyarakat

Hazairin menegaskan bahwa kesalahan dalam pengambilan keputusan di tingkat Presiden berimplikasi luas terhadap kehidupan masyarakat. Ia menggambarkan bahwa satu keputusan yang salah dapat membawa dampak negatif pada kemaslahatan bangsa.

Ia memberi contoh dampak kebijakan ekonomi yang dapat merembet ke kondisi perekonomian secara keseluruhan. Begitu pula, jika kesalahan terjadi pada kebijakan hukum, konsekuensinya bisa dirasakan pada seluruh proses penegakan hukum.

Dengan cara pandang ini, Hazairin menempatkan kualitas kebijakan sebagai faktor kunci yang menentukan arah layanan publik dan stabilitas institusi. Ia tidak memandang keputusan sebagai urusan administratif semata, melainkan sebagai penentu arah yang akan dirasakan oleh banyak pihak.

Dua poin utama yang disampaikan Hazairin dalam forum

Di akhir paparannya, Hazairin merangkum dua hal yang ia ajukan. Pertama, mencari akar persoalan apakah masalah yang muncul lebih dominan berasal dari sistem atau dari kepemimpinan. Kedua, menentukan pendekatan yang tepat untuk memperbaikinya, menyesuaikan sumber masalah yang ditemukan.

Rangkaian pandangan itu sejalan dengan karakter forum yang menguji gagasan dan kesiapan kebijakan. Dalam konteks isu nasional yang kompleks, pemetaan sumber masalah menjadi langkah awal agar rekomendasi perbaikan tidak berhenti pada pernyataan umum.

Isu yang dibahas dan figur yang turut hadir

Uji Publik Kabinet Bayangan menghadirkan sejumlah figur dan pakar hukum, di antaranya mantan Ketua KPK periode 2011-2015 Abraham Samad, Pakar Hukum Tata Negara Prof. Denny Indrayana, serta Pakar Hukum Tata Negara dari UGM Prof. Zainal Arifin Mochtar. Forum ini juga menghadirkan Ikbal Damanik dari Greenpeace dan Khoirunnisa Nur Agustyati dari Perludem.

Dalam diskusi, sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari pemberantasan korupsi, RUU Perampasan Aset, reformasi aparat penegak hukum, korupsi konstitusi, demokrasi elektoral, hingga persoalan lingkungan dan tata kelola pemerintahan. Kehadiran berbagai perspektif itu memperkaya cara pandang peserta dalam menilai masalah, termasuk bagaimana merumuskan perbaikan yang realistis.

x
x