google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Limbah plastik jadi batu bata di Desa Cisalada, Bogor

Abdul Halim
4 Sep 2026 13:03
Peristiwa 0 6
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Sampah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar persoalan limbah di Indonesia, dan dampaknya terasa sampai ke tingkat desa. Di Desa Cisalada, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, warga menghadapi tumpukan sampah yang sulit terkendali dengan mengubahnya menjadi produk bernilai guna melalui peleburan plastik menjadi batu bata.

Upaya ini muncul sebagai respons atas keresahan warga terhadap muatan sampah yang menumpuk, sekaligus menjaga keberlanjutan TPA swadaya yang berdiri sejak 2023. Dalam praktiknya, rumah tangga mengelompokkan sampah dan mengalirkan proses pengolahan secara berkala, sehingga volume limbah yang semula berpotensi menumpuk dapat ditransformasikan menjadi bahan bangunan.

Komposisi sampah dan tekanan di tingkat desa

Secara nasional, limbah domestik atau sampah rumah tangga menempati posisi teratas sebagai penyumbang sampah terbanyak. Dalam pemetaan jenis sampah, kontribusi terbesar datang dari sampah organik sebesar 39,67 persen, disusul plastik 19,15 persen, kemudian sampah hasil perkebunan seperti kayu dan ranting sekitar 11,94 persen. Gambaran ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya soal kuantitas, melainkan juga karakter material yang berbeda-beda.

Di Desa Cisalada, kondisi geografis dan jumlah penduduk turut memengaruhi alur pengelolaan sampah. Wilayah desa membentang seluas 214,18 hektare dengan populasi 8.143 jiwa. Produksi sampah dari aktivitas rumah tangga, yang dapat mencapai satu kuintal per sekali angkut, kemudian dikirim dengan ritme pengangkutan dua kali dalam satu minggu. Ritme seperti ini membuat pengelolaan harus berjalan konsisten agar tumpukan tidak semakin menumpuk.

TPA swadaya Cisalada dan inovasi batu bata dari plastik

Sejak TPA Desa Cisalada didirikan pada 2023, warga mulai mencari cara agar sampah tidak hanya berhenti di tempat pembuangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan pengelompokan sampah rumah tangga untuk diolah menjadi batu bata melalui peleburan sampah plastik dengan tambahan semen. Pendekatan ini tidak sekadar mengurangi volume sampah, tetapi juga mengubah limbah menjadi input produksi yang bisa dipakai untuk kebutuhan komunal.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x