Jalan Alternatif Pasir Muncang ke Taman Safari Bogor Mulai Rekonstruksi September 2026

Abdul Halim
2 Sep 2026 23:00
Bogor 0 46
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Pemkab Bogor kembali menyiapkan proyek jalan alternatif sepanjang sekitar 7,5 kilometer untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Ruas ini dirancang menghubungkan kawasan Pasir Muncang di Bogor Selatan menuju Taman Safari Indonesia.

Pembangunan akses tersebut ditargetkan memasuki tahap rekonstruksi pada September 2026. Dengan adanya jalur baru, Pemkab Bogor berharap akses masyarakat makin luas, sekaligus mendukung mobilitas dan perputaran ekonomi di sejumlah kawasan Kabupaten Bogor.

Jalan alternatif 7,5 km Pasir Muncang menuju Taman Safari

Rencana jalan alternatif ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari strategi besar Pemkab Bogor dalam memperbaiki jaringan transportasi. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa pada 2026 pihaknya menyiapkan pembangunan segmen akses dari Pasir Muncang menuju area Bogor Selatan, lalu diteruskan hingga titik Eiger, sebelum dilanjutkan ke arah Taman Safari Indonesia.

Menurut Rudy, prosesnya akan dimulai dengan rekonstruksi pada bulan September 2026 untuk ruas sepanjang 7,5 kilometer. Pola pengembangan bertahap ini penting agar pekerjaan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan konektivitas yang ingin dibangun secara berurutan.

Konektivitas sebagai “urat nadi” pemerataan pembangunan

Rudy menekankan bahwa infrastruktur jalan merupakan faktor kunci dalam pemerataan pembangunan. Ia memandang jaringan jalan sebagai “urat nadi” karena menentukan seberapa cepat dan mudah masyarakat dapat menjangkau berbagai pusat aktivitas.

Dalam penjelasannya, jalan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah. Infrastruktur tersebut juga menjadi jalan akses menuju layanan publik dan aktivitas sosial-ekonomi, termasuk pendidikan, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi warga. Ketika konektivitas membaik, dampaknya diharapkan terasa langsung oleh masyarakat yang berada di wilayah yang selama ini membutuhkan perbaikan akses.

“Kalau mau membangun wilayah, urat nadinya harus dibangun terlebih dahulu. Urat nadi itu apa? Jaringan jalan,” kata Rudy.

Prioritas pembangunan disesuaikan kebutuhan tiap wilayah

Selain menyiapkan ruas baru, Pemkab Bogor juga menyesuaikan arah pembangunan dengan karakter kebutuhan di masing-masing wilayah. Rudy menegaskan bahwa prioritas akan diberikan pada kawasan yang membutuhkan akses jalan, sementara program fasilitas lain akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan yang lebih pragmatis: pembangunan diarahkan pada kebutuhan nyata di lapangan. Ia mencontohkan bahwa wilayah yang membutuhkan sarana transportasi tidak akan dipenuhi dengan program yang tidak sejalan dengan kebutuhan dasarnya, karena masyarakat pada akhirnya membutuhkan akses yang langsung membantu mobilitas harian.

Langkah lanjutan, termasuk proyek konektivitas lain

Proyek jalan Pasir Muncang hingga Taman Safari menjadi bagian dari serangkaian upaya memperkuat konektivitas di Kabupaten Bogor. Rudy menyebutkan bahwa Pemkab Bogor sebelumnya juga melakukan pembangunan dan revitalisasi sejumlah ruas jalan di wilayah barat dan timur.

Untuk capaian pada 2025, pembangunan jalan kabupaten dan jalan desa disebut telah mencapai sekitar 516 kilometer. Dengan luas wilayah serta jumlah penduduk yang besar, Rudy menilai pembangunan infrastruktur perlu dilakukan secara bertahap agar pemerataan dapat berjalan lebih terukur.

Selain ruas Pasir Muncang-Taman Safari, Pemkab Bogor juga menyiapkan konektivitas baru, antara lain pembangunan jalan dari Transyogi menuju Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, sepanjang sekitar 10 kilometer. Ada pula rencana konektivitas Jalan Tegar Beriman dengan Jalan Bojonggede-Kemang melalui pembangunan flyover pada 2027.

Target manfaat untuk warga di 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan

Rudy menyampaikan bahwa harapan perbaikan infrastruktur datang dari berbagai wilayah, mencakup 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan. Artinya, program konektivitas yang dijalankan tidak hanya ditujukan untuk memperlancar perjalanan, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat agar akses terhadap layanan dan aktivitas ekonomi lebih merata.

Ia juga berharap pembangunan akses yang beragam ini dapat memberikan manfaat langsung. Menurut Rudy, agar proyek dapat terealisasi lebih cepat, dibutuhkan kolaborasi bersama antar pihak terkait.

“Kalau ingin cepat terealisasi, kuncinya satu: ayo kita berkolaborasi bersama-sama,” tandas Rudy.

x
x