google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Ke depan, konsep penataan kawasan sekitar Stasiun Bogor juga diarahkan untuk mendukung mobilitas pejalan kaki. Dengan jumlah pengguna Stasiun Bogor yang mencapai sekitar 110 ribu penumpang setiap hari, ia berharap masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai destinasi di pusat kota tanpa harus menggunakan kendaraan.
“Kalau kawasan ini rapi, penumpang yang turun dari kereta bisa langsung berjalan kaki menuju BTM, Kebun Raya Bogor, Alun-Alun, bahkan ke Panaragan. Jembatan Merah juga akan kita tata. Harapannya masyarakat lebih banyak berjalan kaki karena selain praktis juga lebih sehat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Rudy Mashudi, mengatakan kegiatan korvei di Jalan Paledang merupakan bagian dari Gerakan Asri yang terus dijalankan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Menurut Rudy, aksi serupa pada hari yang sama juga dilaksanakan di kawasan Bendung Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Selain perangkat daerah dan komunitas, sejumlah sekolah turut ambil bagian dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan serta edukasi mengenai pentingnya menjaga ekologi.
“Hari ini ada empat sekolah yang mengikuti kegiatan korvei dan edukasi ekologi. Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat,” katanya.


Tidak ada komentar