
INFOPANTULAN.COM – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, memang sudah ditangani dan api dilaporkan padam. Namun Pemerintah Kota Bogor masih menyiagakan personel gabungan di lokasi agar potensi kebakaran kembali tidak muncul, termasuk pemantauan area menggunakan pendekatan teknis.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, ada sejumlah unsur yang tetap standby di TPAS Galuga. Setiap hari, sekitar 25 personel berjaga, berasal dari Damkar, BPBD, Perumkim melalui Park Ranger, Satpol PP, PUPR, serta Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu, truk tangki penyuplai air dan tim kesehatan juga tetap disiapkan.
Jenal menjelaskan bahwa penyiagaan personel gabungan dilakukan meski kebakaran sudah berakhir. Peran tiap unsur diarahkan untuk menjaga kesiapan penanganan cepat apabila ditemukan tanda-tanda bara api kembali aktif.
Menurut Jenal, komposisi petugas yang standby mencakup unsur penanggulangan bencana, pengelola infrastruktur, penegakan ketertiban, hingga pengelolaan lingkungan. Dengan pola berjaga harian, Pemerintah Kota Bogor ingin memastikan pengawasan tidak berhenti setelah api padam terlihat di permukaan.
Selain pemeriksaan kasatmata, pemantauan juga dilakukan dengan bantuan thermal drone. Jenal menyebut bahwa dari pantauan tersebut, api sudah dinyatakan padam. Pendampingan pemantauan juga melibatkan Manggala Agni, yang bertugas memastikan kondisi lapangan benar-benar aman.
Fokus pengawasan diarahkan pada bara api yang mungkin berada di bawah tumpukan sampah. Jenal menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan bara di setiap titik betul-betul padam dan tidak ada potensi kebakaran kembali, karena kebakaran di lokasi seperti TPAS kerap menyisakan panas di bagian terdalam.
Jenal menyampaikan bahwa Pemkot Bogor siap mengikuti ritme penanganan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor. Salah satu langkah yang disebutkan adalah patroli di area TPAS Galuga untuk memastikan tidak ada titik yang berpotensi memunculkan api kembali.
Dengan adanya patroli, pengawasan bisa lebih menyeluruh, terutama pada titik-titik yang sebelumnya terbakar maupun area yang berdekatan. Langkah ini juga membantu mengurangi risiko keterlambatan penanganan jika muncul gejala pemanasan ulang.
Penyiagaan tidak hanya menyasar pemadaman, tetapi juga aspek dukungan operasional di lokasi. Jenal mengatakan truk tangki penyuplai air tetap disiagakan, sementara tim kesehatan dan dapur umum juga terus berjalan.
Ia menambahkan bahwa tidak ada penarikan terhadap seluruh personel yang sedang bertugas. Artinya, selama masa pemantauan dan mitigasi masih berlangsung, dukungan logistik dan kesehatan tetap dipertahankan agar kerja lapangan berjalan stabil.
Jenal juga menyinggung rencana kesepakatan terkait status kebencanaan pascakebakaran di TPAS Galuga. Pemkot Bogor, bersama Pemerintah Kabupaten Bogor, akan menyepakati langkah lanjutan mengenai status terkini penanganan.
Jenal menyatakan bahwa pihaknya berencana berkoordinasi dengan Bupati untuk menyampaikan informasi terkini terkait penanganan pascakebakaran. Pengaturan status ini penting agar koordinasi antarwilayah tetap selaras, termasuk dalam pengalihan fokus dari penanganan darurat menuju mitigasi lanjutan.
Ke depan, Jenal menyebut akan ada langkah mitigasi yang lebih komprehensif. Targetnya adalah menjadikan TPAS Galuga sebagai objek vital, sehingga pengelolaan risikonya tidak hanya reaktif saat kejadian terjadi, tetapi juga terencana untuk mencegah kejadian serupa berulang.
Ia menekankan bahwa perhatian dari seluruh unsur perlu dimaksimalkan. Dengan pendekatan terpadu, penyiagaan, pemantauan, dan patroli diharapkan dapat menekan kemungkinan bara api aktif kembali di sela tumpukan sampah yang sudah padam.

