
Kebakaran melanda kawasan Gunung Geulis, Kampung Ciroyom, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa malam. Peristiwa ini mulai diketahui sekitar pukul 18.30 WIB, ketika kobaran api cepat merambat di area ladang milik warga dan kemudian menyasar hutan bambu.
Petugas mencatat luas area terdampak sementara mencapai sekitar empat hektare. Hingga malam hari, masih ada bagian yang belum sepenuhnya padam, dengan api kecil dan bara yang berpotensi menyala kembali, sementara lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga.

Menurut keterangan Yogi, petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran, kebakaran dipicu oleh kombinasi kondisi lapangan yang mudah terbakar. Vegetasi di sekitar lokasi dilaporkan kering, dan tanaman bambu yang mendominasi area menjadi bahan bakar yang efektif untuk api.
Dalam kondisi seperti itu, api cenderung tidak hanya membakar permukaan, melainkan juga dapat menjalar mengikuti kerapatan tanaman dan arah angin. Saat kobaran api sudah menyentuh beberapa titik, proses pemadaman menjadi lebih kompleks karena petugas harus memutus jalur rambatan, bukan hanya memadamkan titik utama.
Karena jarak lokasi kebakaran relatif dekat dengan permukiman, penanganan diprioritaskan untuk mengendalikan pergerakan api. Tim di lapangan melakukan pemadaman sekaligus pemantauan berkala pada titik-titik yang berpotensi muncul kembali, terutama pada area yang masih menyisakan bara.
Strategi seperti ini penting dalam kebakaran lahan dan vegetasi, sebab bara dapat tetap menyala di sela-sela tanaman atau tanah yang panas. Petugas kemudian mengatur pengerahan personel dan memeriksa area sekitar untuk memastikan tidak ada perpindahan api ke bagian yang lebih dekat dengan rumah warga.

Hingga laporan terakhir Selasa malam, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengalami luka akibat kebakaran tersebut. Meski demikian, situasi tetap dinilai berisiko karena masih ditemukan bagian yang belum benar-benar padam.
Koordinasi dengan warga sekitar juga menjadi bagian dari proses pengendalian. Warga diminta tidak mendekati area kebakaran dan segera melapor bila melihat titik api atau asap yang muncul kembali, agar respons bisa dilakukan cepat sebelum api membesar.
Sementara pemadaman terus berlangsung, penyebab kebakaran di kawasan Gunung Geulis hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Petugas melakukan kajian dan mengumpulkan informasi dari masyarakat untuk menelusuri sumber awal kemunculan api.
Pemeriksaan juga diperlukan untuk memahami faktor yang membuat api dapat meluas hingga membakar sekitar empat hektare. Proses ini biasanya mencakup penelusuran pola rambatan, kondisi awal di lokasi, serta kemungkinan pemicu dari aktivitas manusia di sekitar ladang dan hutan bambu.
Dengan kondisi vegetasi yang mudah terbakar, kewaspadaan menjadi kunci untuk mencegah kebakaran susulan. Petugas mengimbau masyarakat menjaga jarak dari area terdampak, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menyalakan api di sekitar lokasi, dan mengikuti arahan petugas saat proses pemadaman masih berjalan.
Hingga Selasa malam, petugas bersama warga terus bekerja untuk mengendalikan kobaran dan sisa bara di kawasan Gunung Geulis, sembari menunggu hasil kajian penyebab kebakaran.

