
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bogor meningkatkan kualitas pelayanan dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Permintaan tersebut disampaikan menyusul masih adanya kekhawatiran masyarakat terhadap risiko keracunan maupun kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat program MBG.
Dedie menekankan, pengelola SPPG tidak hanya perlu memperhatikan pemenuhan makanan bergizi, tetapi juga memastikan aspek kebersihan, penyajian, variasi menu, hingga kualitas makanan secara keseluruhan.
“Yang pertama kami mendorong agar manajemen SPPG di Kota Bogor ini lebih baik. Terutama dari sisi layanan, bagaimana kemudian penerima manfaat ini merasa tingkat kepuasannya tinggi,” kata Dedie, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, peningkatan pelayanan perlu dilakukan secara menyeluruh agar penerima manfaat, khususnya anak-anak, mendapatkan makanan yang sesuai dengan standar dan harapan.
Ia juga meminta SPPG yang masih memiliki persyaratan administrasi maupun fasilitas yang belum lengkap agar segera melakukan pembenahan.
Salah satunya berkaitan dengan pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta penyelesaian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada skala SPPG.
“Semua SPPG di Kota Bogor yang belum secara lengkap memenuhi syarat-syarat seperti SLHS, termasuk juga IPAL skala SPPG, diselesaikan,” tegasnya.
Dedie berharap kelengkapan tersebut dapat memperkuat tata kelola SPPG sekaligus menekan berbagai risiko dalam pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, manajemen yang baik harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang baik sehingga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG dapat terjaga.
“Harapan masyarakat dari SPPG yang manajemennya baik, tata kelolanya baik, tentu layanannya pun baik dan tidak mengurangi risiko-risiko,” ujarnya.
Dedie menyebut kekhawatiran mengenai kemungkinan keracunan maupun makanan yang tidak sesuai dengan harapan anak-anak saat ini menjadi perhatian di tengah masyarakat.
“Terutama sekarang kan beredar di masyarakat itu ketakutan terjadinya keracunan, ketakutan misalnya disajikan tidak sesuai dengan harapan anak-anak,” katanya.
Karena itu, ia mendorong seluruh kekurangan yang masih ditemukan pada SPPG segera dituntaskan agar pelaksanaan MBG di Kota Bogor dapat berjalan dengan standar pelayanan dan keamanan yang lebih baik.
“Mudah-mudahan nanti beberapa kelengkapan yang masih harus dipenuhi segera diselesaikan,” pungkasnya.

