google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Temuan tersebut juga mengungkap meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur. Area longsoran terus mendekati koridor Jalan Simpang Balik–Blang Mancung, menyebabkan jarak
antara tepi longsoran dan badan jalan semakin menyempit.
“Kondisi tersebut meningkatkan risiko retakan, penurunan badan jalan, hingga terputusnya akses transportasi apabila pergerakan tanah kembali berkembang,” terang Gatot. Gatot menambahkan, informasi geospasial tidak hanya menggambarkan kondisi yang telah
terjadi, tetapi juga membantu memprediksi wilayah yang berpotensi terdampak sehingga upaya
mitigasi dapat dilakukan lebih dini.
“Data spasial memberikan gambaran mengenai pola perkembangan longsoran dari waktu ke waktu. Dengan mengetahui arah pergerakan dan area yang berpotensi terdampak, instansi terkait dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan berbasis data untuk mengurangi risiko
bencana,” katanya.


Tidak ada komentar