google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Setelah itu, laju perkembangan mulai melambat. Luas longsoran tercatat mencapai 38.180 meter persegi pada Maret 2026 dan 38.901 meter persegi pada April 2026. Hingga pertengahan Juni
2026, tidak teridentifikasi lagi penambahan luas yang signifikan, sehingga area longsoran dinilai
berada pada fase yang relatif stabil.
“Meski demikian, kondisi lereng tetap perlu diawasi karena berpotensi kembali aktif saat musim hujan berikutnya,” imbuh Gatot.
Selain menunjukkan perubahan luasan, hasil pemetaan juga memperlihatkan arah
perkembangan longsoran yang terus bergerak ke bagian selatan dan tenggara. Material longsoran cenderung berpindah menuju kaki lereng, sehingga memperluas wilayah terdampak dari bulan ke bulan.


Tidak ada komentar