google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Ice mengatakan strategi utama yang diterapkan adalah bermain sabar dan memanfaatkan momentum ketika peluang mendapatkan poin terbuka.
“Strateginya harus ekstra sabar. Waktunya ada peluang cari poin, ya kita cari poin. Kendala signifikan tidak ada, hanya tadi di lapangan agak silau sedikit karena pantulan kaca, tapi tidak terlalu mengganggu,” katanya.
Sementara itu, Fenny dan Lasti harus puas berada di posisi kedua. Meski hanya menjalani satu kali sesi latihan bersama dan baru pertama kali menjadi pasangan resmi, keduanya mampu menembus partai final.
“Kami latihannya cuma sekali dan ini pertama kali fix partner. Kuncinya dari babak penyisihan harus tenang, sabar dan saling komunikasi. Pas masuk final, kita jalanin saja tanpa beban harus juara satu. Hasil ini sudah luar biasa,” tutur Fenny.
Adapun posisi ketiga ditempati pasangan Fitri dan Ajeng. Mereka melewati sekitar tujuh hingga delapan pertandingan sejak babak penyisihan sebelum memastikan tempat di podium.
Keduanya mengandalkan kekompakan dan komunikasi untuk menjaga fokus ketika menghadapi tekanan pertandingan.
“Kami berusaha tetap kompak, komunikasi dan tenang walau ada rasa grogi. Ketika partner nervous, kita saling menyemangati dan cover di lapangan. Lawan terberat memang para finalis, juara satu dan dua,” pungkasnya.


Tidak ada komentar