google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Saya berharap kepengurusan ke depan tetap membawa organisasi ini dalam kondisi yang berintegritas. Jangan sampai pasokan disembunyikan atau dioplos sehingga menyulitkan rakyat. Ancaman hukumannya tidak main-main. Cukuplah dengan keuntungan yang memang sudah ditetapkan secara resmi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD III Hiswana Migas, Heddy S. Hedian, mengajak seluruh anggota menjaga persatuan organisasi di tengah tantangan sektor energi yang semakin dinamis.
“Kita ini satu keluarga besar Hiswana Migas. Kalau sudah masuk ke dalam wadah ini, tidak ada lagi sekat antara pengusaha SPBU, LPG atau SPBE. Kita harus kompak untuk menjaga kelangsungan usaha ke depan,” kata Heddy.
Menurutnya, Muscab bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi momentum memperkuat organisasi agar mampu menghadapi tantangan bisnis migas di masa mendatang.
“Diharapkan kepengurusan yang baru harus jauh lebih baik lagi dari kepengurusan sebelumnya. Dapat memperbaiki kekurangan-kekurangannya agar betul-betul Hiswana Migas ini memiliki peranan yang penting,” pungkasnya.


Tidak ada komentar