Perbaikan 3 Eskalator Skybridge Bojonggede Menunggu Persetujuan Anggaran

Abdul Halim
21 Okt 2026 00:19
Peristiwa 0 9
3 menit membaca

Perbaikan tiga eskalator di Skybridge Bojonggede, Kabupaten Bogor, masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah daerah. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor telah mengajukan dana pemeliharaan sekitar Rp800 juta agar fasilitas penunjang akses menuju Stasiun Bojonggede dapat kembali berfungsi secara optimal.

Proses pengajuan dana itu kini berada pada tahap menunggu persetujuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pelaksana Tugas Kepala Bidang Prasarana dan Perlengkapan Jalan Dishub Kabupaten Bogor, Adham Aryo Wibowo, menargetkan persetujuan bisa turun pada November 2026 agar pekerjaan pemeliharaan dapat segera dilaksanakan.

Dishub ajukan Rp800 juta, perbaikan belum masuk APBD murni 2026

Adham menjelaskan, perbaikan eskalator maupun skybridge tidak tercantum dalam anggaran murni APBD Kabupaten Bogor 2026. Karena itu, Dishub perlu mengajukan skema anggaran tambahan untuk menangani kerusakan yang muncul pada beberapa komponen fasilitas tersebut.

Usulan pemeliharaan yang diajukan Dishub menjadi tahap lanjutan dari kebutuhan teknis di lapangan. Harapannya, setelah TAPD menyetujui, proses administrasi dan tahapan pengadaan dapat berjalan sehingga perbaikan tidak tertunda terlalu lama.

Komponen rusak, handrail aus hingga gangguan motor penggerak

Kerusakan yang memerlukan pemeliharaan menyasar beberapa bagian utama eskalator. Menurut Adham, komponen yang bermasalah antara lain handrail atau pegangan berjalan yang mulai aus, serta gangguan pada motor penggerak dan gearbox.

Bagian-bagian tersebut berpengaruh langsung terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna. Handrail berperan dalam menopang keseimbangan penumpang saat menaiki atau menuruni eskalator, sementara motor penggerak dan gearbox menentukan kestabilan putaran yang menggerakkan sistem.

Karena fungsi komponen tersebut saling terkait, pemeliharaan menyeluruh dipandang lebih tepat dibanding penanganan parsial. Namun, pelaksanaan tetap mengikuti ketersediaan anggaran yang saat ini masih dalam proses persetujuan.

Eskalator sementara tidak dioperasikan demi keselamatan pengguna

Sambil menunggu keputusan anggaran, Dishub melakukan perbaikan terbatas pada bagian yang memungkinkan untuk ditangani lebih cepat. Langkah ini tidak serta merta menggantikan kebutuhan pemeliharaan menyeluruh, tetapi menjadi upaya menjaga kondisi fasilitas agar tetap berada dalam batas aman.

Dalam pengoperasian, Dishub juga menyesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan. Adham menyebutkan bahwa eskalator yang dinilai berisiko bagi pengguna sementara tidak dioperasikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, sehingga operasional skybridge diatur agar pengguna diarahkan mengikuti jalur yang tersedia.

Dampak bagi mobilitas warga, pengguna skybridge sekitar 55 ribu per hari

Skybridge Bojonggede menjadi perhatian karena jalur tersebut digunakan masyarakat untuk mengakses Stasiun Bojonggede. Stasiun ini menjadi salah satu titik penting mobilitas di Kabupaten Bogor, sehingga gangguan pada fasilitas penghubung dapat memengaruhi arus perjalanan harian warga.

Dishub mencatat volume pengguna fasilitas tersebut mencapai sekitar 55 ribu orang per hari. Angka itu menunjukkan betapa besar ketergantungan pengguna pada sarana akses yang aman dan nyaman, termasuk eskalator sebagai penunjang perpindahan dari area stasiun.

Selama pemeliharaan belum sepenuhnya terlaksana, masyarakat diimbau mengikuti pengaturan petugas dan menggunakan jalur yang disediakan. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pergerakan sekaligus menekan risiko keselamatan di area skybridge.

Target persetujuan November 2026, pekerjaan menunggu tahapan TAPD

Adham berharap usulan anggaran dapat disetujui pada November 2026. Dengan target tersebut, perbaikan diharapkan dapat segera dilakukan untuk menangani berbagai kerusakan pada tiga eskalator di Skybridge Bojonggede.

Meski kebutuhan teknis sudah teridentifikasi, pelaksanaan pekerjaan tetap bergantung pada keputusan TAPD dan mekanisme penganggaran yang berlaku. Artinya, jadwal perbaikan akan mengikuti proses persetujuan, penetapan anggaran, serta tahapan administrasi setelah usulan dinyatakan layak untuk dieksekusi.

Selama menunggu, pengoperasian dan pengaturan akses di area skybridge diarahkan agar mobilitas penumpang tetap berjalan, dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna di jalur menuju Stasiun Bojonggede.

x
x