Truk Tronton Parkir Sembarangan di Salabenda Bogor Hambat Lalu Lintas

Abdul Halim
17 Sep 2026 12:11
Bogor 0 23
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Sejumlah truk tronton parkir sembarangan di kawasan Salabenda, Kabupaten Bogor, sehingga badan jalan terpakai dan pengguna jalan kesulitan melintas. Kejadian ini terpantau pada Kamis, 17 September 2026, ketika truk-truk tersebut berjejer setelah antrean lampu merah di area Salabenda.

Masalah utamanya adalah kendaraan berat berhenti di badan jalan dan bahu, mengurangi ruang gerak kendaraan lain di ruas yang dikenal sebagai jalur utama. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi terbatas, terutama saat volume kendaraan meningkat.

Truk tronton berjejer setelah lampu merah Salabenda

Pengamatan di lokasi menunjukkan beberapa truk bermuatan berada dalam posisi parkir memanjang, membuat lajur yang seharusnya digunakan untuk lewat menjadi sempit. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tetapi juga memicu perlambatan karena kendaraan lain terpaksa menyesuaikan cara melintas di ruang yang lebih terbatas.

Warga juga menyoroti pola berhentinya truk sejak pagi hingga malam. Saat durasi parkir berlangsung lama, gangguan yang semula bersifat sementara berubah menjadi hambatan yang berulang, sehingga pengguna jalan yang melintas pada jam-jam tertentu merasakan dampaknya lebih nyata.

Jalan utama yang semestinya lancar, kini menyempit

Salabenda merupakan bagian dari koridor jalan yang sering padat. Ketika truk tronton memakan badan jalan, kendaraan lain otomatis kehilangan opsi untuk bergerak leluasa, termasuk saat harus menyalip atau menghindari antrean. Pada praktiknya, pengendara cenderung menunggu celah, sehingga antrean bisa makin panjang.

Pihak warga berharap penertiban dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat kondisi sudah ramai. Pengawasan yang berkala dinilai penting agar bahu jalan tidak berubah fungsi menjadi area parkir kendaraan berat.

Pelebaran ruas Salabenda untuk kelancaran, tapi belum efektif

Ruas Salabenda sebelumnya mengalami pelebaran, yang dimaksudkan untuk memberi ruang gerak kendaraan serta mendukung kelancaran arus lalu lintas. Namun, pelebaran tersebut belum terlihat memberikan manfaat maksimal ketika kendaraan berat tetap berhenti di area yang mestinya digunakan sebagai jalur.

Jika ruang tambahan tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya, manfaat pelebaran bisa tergerus. Dalam kondisi seperti ini, yang terjadi bukan hanya penyempitan efektif, tetapi juga potensi munculnya titik rawan kemacetan di lokasi yang sama.

Perlu penataan dan pengawasan agar bahu jalan tidak jadi tempat parkir

Warga berharap pihak terkait melakukan penataan, termasuk menertibkan kendaraan berat yang berhenti atau parkir di bahu jalan. Penataan yang baik diharapkan membuat kendaraan mematuhi ketentuan tempat berhenti, sehingga badan jalan tetap berfungsi sebagai jalur lalu lintas.

Selain mengurangi ruang gerak kendaraan lain, praktik parkir di bahu juga dapat meningkatkan kehati-hatian pengendara karena ada hambatan yang tidak terlihat jelas dari jarak tertentu. Karena itu, pengawasan yang rutin dinilai perlu dilakukan sebelum persoalan lalu lintas berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Sejumlah pengguna jalan juga menekankan agar penertiban dilakukan dengan pendekatan yang terukur, termasuk pengaturan agar kendaraan berat memiliki tempat yang sesuai untuk berhenti tanpa mengganggu lajur utama di kawasan Salabenda.

x
x