Persoalan Sampah Berujung Keributan di Pasar Griya Bukit Jaya, Perempuan Diduga Dipukul

Nelly Sipayung
6 Okt 2026 11:03
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Persoalan pembuangan sampah di kawasan Pasar Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berujung keributan hingga dugaan pemukulan terhadap seorang perempuan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/10/2026). Sehari setelah kejadian, keluarga korban memberikan keterangan terkait insiden tersebut kepada wartawan di lokasi, Selasa (6/10/2026).

Misna Silalahi, mertua korban, menuturkan persoalan bermula ketika salah seorang pekerjanya membuang sampah ke tempat pembuangan sampah yang biasa digunakan untuk mobil pengangkut sampah.

Menurut Misna, saat itu seorang pria bernama Wawan mempertanyakan asal sampah tersebut. Ia kemudian menjelaskan bahwa sampah itu miliknya.

“Kalau seandainya saya tahu ini tidak boleh dibuang ke sana, saya juga tidak bakal buang. Karena sampah kami di sana, kami juga bayar,” kata Misna.

Perselisihan kemudian memanas setelah terjadi perdebatan mengenai penutupan akses di lokasi tersebut. Misna mengaku tersulut emosi ketika lawan bicaranya menyampaikan agar lokasi tersebut ditutup.

Karena khawatir kondisi kesehatannya terganggu akibat emosi, Misna kemudian meminta menantunya datang ke lokasi.

“Saya punya riwayat darah tinggi, tidak bisa emosi. Saya pernah kena serangan stroke ringan,” ujarnya.

Menurut Misna, setelah menantunya datang, pria tersebut sempat meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Namun, tak lama kemudian ia disebut kembali turun dari kendaraan dan terlibat keributan.

Misna mengaku tidak melihat secara langsung saat pukulan terjadi. Namun, ia kemudian melihat menantunya sudah terjatuh.

“Ditonjok sampai menantu saya jatuh. Habis itu saya lihat lagi, telur dilempar. Saya juga kena banyak cipratan telur,” tuturnya.

Keluarga menyebut korban mengalami pukulan pada bagian pipi sebelah kiri. Hingga Selasa (6/10/2026), kondisi korban disebut masih mengalami kesulitan berbicara.

“Bicara masih susah. Ketawa saja dia tidak bisa,” kata Misna.

Misna juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyaksikan keributan yang melibatkan orang yang sama di lokasi tersebut.

Ia mengaku peristiwa sebelumnya bahkan sempat membuatnya merasa terancam karena pria tersebut disebut membawa senjata tajam.

Menurut Misna, kejadian itu bermula dari persoalan dengan seorang pengunjung. Saat keributan terjadi, ia mengaku melihat pria tersebut datang membawa golok.

“Saya tidak tahu apa-apa. Di depan saya, dia datang bawa golok,” ujarnya.

Namun, terkait kejadian terbaru, Misna mengatakan pihak keluarga telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan dugaan pemukulan tersebut kepada polisi.

Di sisi lain, sekitar 20 menit setelah kejadian, orang tua pria yang disebut terlibat dalam keributan tersebut datang menemui Misna. Menurut dia, pihak keluarga menyampaikan permintaan maaf dan ikut membersihkan sisa telur yang berceceran.

“Orang tuanya datang, peluk-peluk saya, minta maaf ke saya. Dia bilang, ‘Kita sudah kayak saudara’,” kata Misna.

Meski demikian, keluarga korban tetap menyerahkan proses selanjutnya kepada aparat penegak hukum.

“Harapannya dihukum sesuai hukum,” ujarnya.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan kepada kepolisian dan diharapkan dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

x
x