Prabowo di HUT PAN: target 5.000 jembatan desa dan 5.000 kampung nelayan

Abdul Halim
19 Sep 2026 08:42
Berita 0 22
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian pemerintah sekaligus sejumlah target baru saat menghadiri HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026). Dalam pidatonya, ia menyoroti pembangunan infrastruktur, capaian pangan, serta dukungan pendidikan melalui teknologi, lalu mengaitkannya dengan rencana kerja hingga beberapa tahun ke depan.

Prabowo menyebut pemerintah telah membangun lebih dari 1.000 kilometer jaringan irigasi, hampir 4.000 jembatan desa, mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam satu tahun, serta mengirimkan 228 layar digital pintar ke sekolah. Ia juga menegaskan target lanjutan berupa pembangunan hingga 5.000 jembatan desa, penambahan layar digital mendekati 300 ribu unit, serta program 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih sebelum 2029.

Infrastruktur desa, irigasi, dan jembatan jadi fokus capaian

Di bagian infrastruktur, Prabowo menekankan pembangunan irigasi dan jembatan sebagai fondasi untuk aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan konektivitas wilayah perdesaan. Ia menyebut lebih dari 1.000 kilometer jaringan irigasi telah terbangun, yang menurutnya menjadi penopang peningkatan produksi pangan.

Untuk konektivitas, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah membangun hampir 4.000 jembatan desa. Ia juga merinci target sampai akhir tahun 2026, yakni mencapai 5.000 jembatan. Perbedaan antara angka capaian dan target itu menunjukkan adanya percepatan yang masih akan dikejar dalam periode berikutnya, terutama untuk memastikan akses jalan dan mobilitas warga antarwilayah berjalan lebih lancar.

Swasembada delapan komoditas pangan dan dampaknya pada ketahanan

Prabowo juga menggarisbawahi capaian swasembada pangan untuk delapan komoditas. Ia mengatakan pemerintah telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam satu tahun. Klaim ini menempatkan program pangan sebagai agenda strategis, sekaligus terkait langsung dengan pembangunan irigasi yang disebutnya telah melampaui 1.000 kilometer.

Dalam konteks kebijakan, swasembada tidak hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut konsistensi pasokan dan keberlanjutan pengelolaan lahan. Penyebutan angka delapan komoditas memberi petunjuk bahwa pemerintah menargetkan cakupan yang lebih luas, bukan hanya satu jenis bahan pangan, sehingga ketahanan pangan lebih merata.

Layar digital pintar untuk sekolah, target penambahan mendekati 300 ribu

Beranjak ke pendidikan, Prabowo menyampaikan capaian pemerintah dalam pengadaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi. Ia menyebut sudah ada 228 layar digital pintar yang dikirimkan ke sekolah-sekolah. Menurutnya, pada tahun berjalan pemerintah akan menambah perangkat tersebut hingga mendekati 300 ribu unit.

Prabowo juga mengaitkan program ini dengan pemerataan akses belajar. Ia menyatakan targetnya setiap sekolah, termasuk pesantren, memiliki empat ruang kelas dengan layar digital. Pernyataan itu menegaskan bahwa rencana teknologi pembelajaran diarahkan bukan hanya untuk sekolah formal, melainkan juga lembaga pendidikan yang berada di bawah ekosistem pesantren.

Target 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih dan fasilitas pendukung

Selain pertanian dan pendidikan, Prabowo memaparkan target pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih sebelum 2029. Ia merinci tahapan: 1.300 kampung nelayan pada 2026, 2.000 pada 2027, dan 2.000 pada 2028. Dengan skema itu, program tampak dirancang bertahap agar pembangunan fasilitas tidak menumpuk dalam satu periode.

Prabowo menyebut kampung nelayan akan dilengkapi fasilitas seperti ruang pendingin, tempat pembuatan es, SPBU, gudang, dan kendaraan distribusi. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah memesan 1.500 kapal nelayan berukuran hingga 100 GT. Dalam pidatonya, ia menempatkan pengurusan nelayan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan protein bagi masyarakat.

Rencana pendidikan negeri gratis dari SD hingga universitas negeri

Dalam pidato yang sama, Prabowo menyampaikan rencana untuk menggratiskan biaya pendidikan negeri mulai dari SD hingga universitas negeri. Ia menegaskan sikapnya agar biaya pendidikan negeri dibuat gratis dan menyatakan rencana tersebut akan dibahas melalui rapat terbatas.

Karena disebut sebagai agenda pembahasan, kebijakan pendidikan gratis masih berada pada tahap rencana, bukan capaian yang sudah selesai dilaksanakan. Meski demikian, penyebutan jenjang dari SD hingga universitas menunjukkan cakupan yang lebar, sehingga implementasinya akan memerlukan pengaturan pembiayaan dan skema pelaksanaan yang rinci.

Pemberantasan korupsi dan kesejahteraan hakim serta guru

Selain program pembangunan, Prabowo juga menyinggung pemberantasan korupsi dan kesejahteraan aparat penegak hukum. Ia menyatakan gaji guru perlu diperbaiki dan gaji hakim juga harus diperbaiki agar korupsi bisa ditekan.

Ia menambahkan penegasan bahwa pihaknya tidak menginginkan hakim disogok atau dibeli. Bagian ini memperlihatkan keterkaitan antara upaya penegakan hukum dan kebijakan kesejahteraan, yang sering dipandang sebagai instrumen untuk mengurangi celah penyimpangan dalam sistem peradilan.

x
x