Rudy Susmanto Beberkan Capaian 1,5 Tahun Memimpin, 500 Proyek Pembangunan Siap Diresmikan

Nelly Sipayung
3 Agu 2026 05:24
News 0 47
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Bupati Bogor Rudy Susmanto memaparkan sederet capaian pembangunan yang telah dan sedang berjalan selama satu tahun enam bulan masa kepemimpinannya. Mulai dari pembangunan jalan, penanganan sampah, normalisasi sungai, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pengembangan kawasan ekonomi baru dilakukan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Rudy menegaskan, pembangunan tidak hanya terpusat di Cibinong sebagai ibu kota kabupaten, tetapi menjangkau wilayah barat, timur, utara, hingga selatan Kabupaten Bogor.

Di sektor infrastruktur jalan, Pemkab Bogor terus membangun akses strategis, di antaranya ruas Cileuksa–Ngaso menuju perbatasan Banten. Sementara di wilayah barat, Jalan Malasari yang selama Indonesia merdeka belum pernah dibangun kini akhirnya telah terealisasi.
“Alhamdulillah hari ini Jalan Malasari sudah terbangun,” ujar Rudy.

Di wilayah tengah, proses land clearing pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Rancabungur telah dimulai. Proyek senilai sekitar Rp3,5 triliun itu merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor dengan pemerintah pusat. Selain itu, pemerintah juga mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak.

Sementara di wilayah timur, pembangunan Jalan Citeureup–Sukamakmur yang sebelumnya rusak parah terus dikerjakan secara bertahap sejak 2025 hingga 2026. Di wilayah utara, pembangunan Jalan Bojonggede–Kemang juga menjadi salah satu proyek prioritas untuk meningkatkan konektivitas.

Pemkab Bogor juga melakukan normalisasi sungai yang telah puluhan tahun belum pernah dilaksanakan. Kegiatan tersebut dilakukan di Kecamatan Ciseeng, Kemang, Rancabungur, dan Parung sebagai upaya mengurangi risiko banjir.

Untuk mengatasi kemacetan, pembangunan Flyover Cileungsi dijadwalkan dimulai pada 2026. Penataan kawasan Citeureup juga terus berjalan, sementara penanganan kemacetan di Bogor Selatan telah memasuki tahap pertama melalui pembangunan di Simpang Tiga Pasir Muncang.

Tak hanya itu, pemerintah juga membangun jalur alternatif baru sepanjang sekitar 7,5 kilometer yang menghubungkan kawasan Eiger hingga Taman Safari Indonesia guna memperlancar mobilitas di wilayah selatan.

Di Bogor Timur, Rudy mengungkapkan tengah dikembangkan kawasan ekonomi khusus bernama Biotown dengan luas sekitar 1.000 hingga 5.000 hektare.
Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, didukung pembangunan jalan dari Transyogi menuju Desa Sukaresmi yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Selain proyek-proyek strategis tersebut, sejumlah fasilitas publik juga telah selesai dibangun, di antaranya Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Rancabungur, kantor-kantor kecamatan, serta berbagai fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Pada sektor perumahan, Rudy menyebut sejak 2025 pemerintah telah memperbaiki hampir 6.000 rumah tidak layak huni. Tahun 2026, pemerintah pusat mengalokasikan sekitar 8.000 unit RTLH, sementara Pemerintah Kabupaten Bogor menambah sekitar 4.000 unit sehingga total hampir 13.000 rumah akan direalisasikan tahun ini.

Meski demikian, Rudy mengakui pembangunan di Kabupaten Bogor membutuhkan waktu karena wilayahnya sangat luas dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

Ia juga menanggapi anggapan bahwa pembangunan hanya dilakukan di Cibinong. Menurutnya, di kawasan ibu kota kabupaten tidak ada pembangunan jalan baru, melainkan revitalisasi aset yang telah ada, seperti Gedung Kesenian dan kawasan Lawang Kori agar kembali dimanfaatkan masyarakat.

Rudy menjelaskan konsep pembangunan Kabupaten Bogor mengacu pada pemerataan dan konektivitas antarkawasan. Cibinong diposisikan sebagai pusat kegiatan yang menghubungkan Bogor Barat, Timur, Utara, dan Selatan melalui berbagai proyek jalan strategis.

Ia mencontohkan konektivitas Jalur Tegar Beriman yang akan terhubung dengan Flyover Cileungsi hingga jalur Bojonggede–Kemang, serta pembangunan jalur alternatif menuju Sukamakmur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah timur.

Selain itu, pasar hewan terbesar di Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Jonggol telah selesai dibangun dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat, Rudy mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Bogor akan meresmikan sekitar 500 lokasi hasil pembangunan selama periode 2025–2026. Seluruh proyek tersebut akan diresmikan secara simbolis dalam satu acara pada Agustus mendatang.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa pembangunan dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Semangatnya adalah menghubungkan wilayah barat, timur, utara, dan selatan agar tumbuh secara merata,” kata Rudy.

x
x