Sapi Madura berkaki enam juara kontes APPSI Piala Presiden 2026 di Pakansari Bogor

Abdul Halim
4 Okt 2026 13:21
Olahraga 0 5
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu 4 Oktober 2026 menjadi panggung perhatian para juri kontes sapi APPSI Piala Presiden 2026. Seekor sapi jantan ras Madura menarik sorotan bukan karena ukuran tubuh, melainkan karena memiliki enam kaki, dan akhirnya meraih juara pertama pada kategori kelas sapi unik.

Kontes tersebut digelar selama dua hari, di Lapangan Panahan Stadion Pakansari, dan diikuti 250 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pemilik sapi, Femas Candra, datang dari Boyolali, Jawa Tengah, dengan tujuan memperkenalkan ternak yang memiliki karakteristik fisik berbeda kepada masyarakat serta sesama peternak.

Sapi Madura berkaki enam cetak perhatian di kelas sapi unik

Keunikan sapi tersebut terletak pada jumlah kakinya yang tidak biasa. Dalam penilaian kategori sapi unik, juri menyoroti ciri spesifik yang membuat ternak berbeda dari mayoritas peserta lain. Sapi jantan yang dibawa Femas Candra masuk dalam kelompok yang memang disiapkan untuk menampilkan variasi karakteristik fisik, termasuk pada jumlah kaki.

Femas menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraih, karena sapi miliknya memperoleh peringkat pertama di kelas sapi unik. Ia menegaskan bahwa status “unik” pada kontes ini merujuk pada berkaki enam, sekaligus menegaskan asal rasnya, yaitu Madura. Bagi peternak, pencapaian ini bukan sekadar soal trofi, melainkan pengakuan bahwa ternak dengan ciri khusus tetap dapat bersaing dalam sistem penilaian yang terstruktur.

Femas Candra dari Boyolali bawa ternak dengan karakter berbeda

Asal pemilik sapi turut menjadi bagian dari cerita kontes. Femas Candra tercatat berasal dari Boyolali, Jawa Tengah, sementara kontes berlangsung di Kabupaten Bogor. Perpindahan peserta antarwilayah seperti ini memperluas keberagaman ternak yang tampil, baik dari sisi ras maupun ciri fisik yang dibawa.

Menurut Femas, keikutsertaannya dalam kontes menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sapi dengan karakteristik berbeda kepada publik. Dalam konteks kompetisi peternakan, ruang tampil seperti ini biasanya juga berfungsi sebagai media tukar informasi antarpeternak, termasuk cara merawat, pola pemeliharaan, hingga strategi mengikuti kategori yang sesuai dengan karakter ternak yang dimiliki.

Kontes APPSI Piala Presiden 2026 di Pakansari diikuti 250 peserta

Kontes sapi APPSI Piala Presiden 2026 berlangsung selama dua hari di Lapangan Panahan, Stadion Pakansari, Bogor. Dengan dukungan lokasi yang memudahkan penilaian langsung, acara ini menjadi ajang berkumpulnya peternak dari berbagai wilayah. Panitia menyiapkan kelas-kelas lomba, termasuk kategori sapi unik yang memberi ruang bagi ternak dengan ciri yang tidak umum.

Event ini diikuti sebanyak 250 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah peserta yang besar membuat kompetisi terasa kompetitif, karena setiap peternak membawa ternak terbaiknya sesuai karakteristik dan kategori yang disasar. Kehadiran peserta lintas provinsi juga membuat kontes menjadi semacam etalase praktik peternakan yang diterapkan di daerah masing-masing.

Target pengembangan ternak lewat kawin silang dan inseminasi buatan

Selain unsur lomba, kontes ini juga diarahkan untuk menggairahkan peternakan melalui pengembangan sapi kawin silang dengan inseminasi buatan, atau IB. Pendekatan tersebut relevan karena kawin silang dan IB kerap dipakai untuk mendorong karakter ternak sesuai kebutuhan, mulai dari kualitas genetik hingga performa yang diharapkan oleh peternak.

Dengan adanya kompetisi seperti ini, peternak tidak hanya berlomba pada aspek penampilan, tetapi juga ikut terdorong untuk memperluas jejaring dan belajar dari pengalaman peserta lain. Acara yang menggabungkan unsur kompetisi dan pengembangan sektor peternakan biasanya menciptakan efek lanjutan, misalnya munculnya kerja sama antarwilayah atau peningkatan minat pada teknologi IB.

Dampak bagi warga sekitar dan ekosistem peternakan di Bogor

Keberadaan kontes di Stadion Pakansari turut memberi dampak nyata bagi aktivitas sekitar lokasi acara. Keramaian selama dua hari biasanya memengaruhi mobilitas warga, terutama yang terlibat dalam penyediaan kebutuhan selama event, seperti logistik pakan, layanan pendukung kegiatan, hingga kebutuhan harian peserta dan pendamping ternak.

Bagi komunitas peternak di wilayah Bogor dan sekitarnya, kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah menjadi pemantik diskusi lapangan. Mereka bisa melihat langsung variasi ternak yang dibawa peserta lain, termasuk contoh kasus sapi dengan karakter fisik unik seperti yang dibawa Femas Candra. Dari situ, warga yang mengikuti perkembangan peternakan bisa menilai sendiri peluang penerapan strategi pemeliharaan atau pengembangan ternak sesuai kondisi masing-masing.

x
x