Suahasil Nazara ditanya publik soal Purbaya, respons di konferensi Bank Indonesia

Abdul Halim
26 Sep 2026 09:26
Ekonomi 0 33
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mendapat pertanyaan langsung soal masih beredarnya pembahasan publik mengenai Purbaya Yudhi Sadewa setelah pergantian jabatan. Peristiwa itu terjadi dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta Pusat, pada Kamis (24/9/2026), ketika Suahasil ditanya bagaimana cara meyakinkan masyarakat terhadap dirinya sebagai Menkeu.

Dalam sesi tanya jawab tersebut, respons Suahasil justru berupa pertanyaan balik kepada wartawan. Ia menyinggung soal keyakinan publik, menyusul munculnya komentar warganet di akun Instagram resmi Kementerian Keuangan yang masih membawa-bawa nama Purbaya meski posisi Menkeu kini dipegang Suahasil.

Suahasil Nazara jawab pertanyaan kepercayaan publik dengan pertanyaan balik

Ketika wartawan menanyakan langkah spesifik untuk membangun kepercayaan masyarakat, Suahasil tidak menguraikan program atau strategi secara rinci. Alih-alih menjelaskan, ia mengembalikan pertanyaan ke pihak yang mengajukan. Suasana konferensi pers pun sempat berlangsung dengan nada tanya-jawab yang singkat namun mengundang perhatian.

Suahasil menyampaikan pertanyaan balik, “Kamu nanya? Kamu percaya nggak sama saya?” Setelah itu, wartawan kembali menanyakan bagaimana Suahasil akan meyakinkan publik setelah menggantikan Purbaya. Suahasil kembali merespons dengan pola yang serupa, disertai senyum dan gestur yang terlihat santai.

Jawaban Suahasil kemudian terdengar seperti penegasan bahwa ia sedang menjawab pertanyaan yang sama, sambil menekankan keyakinan personal dari lawan bicara. Respons tersebut mendapat sambutan dari Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang berada di lokasi konferensi pers yang sama.

Destry Damayanti ikut menanggapi, gestur disamakan dengan Purbaya

Destry Damayanti ikut merespons suasana dengan gestur mengacungkan jempol. Ia menyinggung bahwa gestur yang ditunjukkan Suahasil dinilai mirip dengan kebiasaan yang selama ini dikenal dari Purbaya. Celetukan itu memunculkan kesan ringan di tengah pembahasan yang sebenarnya menyentuh aspek kepercayaan publik.

Dalam konferensi pers tersebut, Destry menyatakan, paling tidak jempol yang ditampilkan Suahasil sama seperti yang pernah dilakukan Purbaya. Tanggapan ini memperlihatkan bahwa pertemuan antara pejabat fiskal dan otoritas moneter tidak hanya membahas teknis kebijakan, tetapi juga berjalan dalam ruang komunikasi publik yang sensitif terhadap persepsi.

Nama Purbaya masih muncul di kolom komentar Instagram Kementerian Keuangan

Perhatian publik terhadap pergantian Menteri Keuangan masih terlihat dari aktivitas warganet di media sosial. Hal itu tampak dari sejumlah komentar di unggahan Instagram resmi Kementerian Keuangan yang masih menyebut nama Purbaya, seolah kehadirannya belum sepenuhnya bergeser dalam percakapan publik.

Beberapa komentar bahkan mengekspresikan kerinduan. Salah satu warganet menuliskan harapan agar Purbaya selalu sehat, sementara komentar lain menyampaikan bahwa Purbaya terus diingat dan dicintai rakyat. Komentar-komentar tersebut muncul tidak lama setelah pergantian posisi Menkeu dilakukan, sehingga menjadi konteks yang memicu pertanyaan kepada Suahasil.

Di sisi lain, kemunculan nama Purbaya dalam komentar juga menunjukkan bahwa figur pejabat sebelumnya masih melekat dalam ingatan publik. Ini bisa terjadi karena transisi jabatan sering kali tidak langsung menghapus narasi lama yang sudah terbentuk, terutama jika publik sebelumnya aktif mengikuti kebijakan dan komunikasi pejabat terkait.

Suahasil Nazara bukan wajah baru di Kementerian Keuangan

Suahasil bukan sosok yang benar-benar baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia mendampingi Purbaya ketika Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan, sehingga transisi dari sisi internal pemerintahan tidak sepenuhnya memutus kontinuitas.

Lebih jauh, Suahasil juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan saat Sri Mulyani Indrawati masih menjadi Menteri Keuangan. Selain peran di jajaran pimpinan, ia pernah memegang jabatan sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, sebuah posisi yang berkaitan erat dengan perumusan arah kebijakan fiskal.

Dengan latar karier tersebut, pertanyaan publik yang mengaitkan nama Purbaya dan kepercayaan kepada Suahasil dapat dibaca sebagai benturan antara persepsi cepat di ruang publik dan proses penataan peran yang berlangsung di internal pemerintahan. Publik mungkin melihat pergantian jabatan secara mendadak, sementara kerja kebijakan berjalan melalui kesinambungan tim dan struktur.

Komitmen sinergi fiskal dan moneter jadi agenda dalam pertemuan

Selain membahas pergantian pejabat, pertemuan Suahasil dengan Destry Damayanti pada Kamis (24/9/2026) juga menekankan komitmen memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Pernyataan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sinergi fiskal dan moneter biasanya menjadi perhatian karena keduanya saling memengaruhi, terutama saat pemerintah dan bank sentral menyusun langkah untuk merespons kondisi ekonomi. Dalam konteks ini, komunikasi publik menjadi penting, sebab persepsi masyarakat terhadap pengambil kebijakan dapat memengaruhi penerimaan terhadap arah kebijakan yang tengah dijalankan.

Dengan lokasi konferensi pers di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta Pusat, pertemuan tersebut juga memperlihatkan keterhubungan institusional antara Kementerian Keuangan dan otoritas moneter. Saat pertanyaan publik soal kepercayaan muncul, agenda sinergi kebijakan tetap menjadi fokus yang ditampilkan dalam forum yang sama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x