
INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penemuan jasad seorang pemuda di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Korban berinisial F, berusia sekitar 20 tahun, diduga merupakan korban aksi tawuran.
Kapolsek Citeureup, Kompol Eddy Santosa, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian belum dapat menyampaikan secara rinci kronologi kejadian karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Intinya saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan. Supaya bisa diketahui seperti apa kejadian tawurannya. Sementara masih dilakukan penyelidikan,” ujar Kompol Eddy Santosa, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, identitas korban telah diketahui. Jasad korban pun telah dimakamkan oleh pihak keluarga.
“Korban sudah teridentifikasi. Inisialnya F, usianya kurang lebih 20 tahun,” ungkapnya.
Meski demikian, polisi masih mengumpulkan sejumlah informasi dan mencari saksi untuk mengungkap secara jelas kronologi tawuran yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia tersebut.
“Kami masih mencari informasi dan saksi-saksi yang bisa dimintai keterangan agar lebih jelas seperti apa kronologisnya,” katanya.
Terkait luka yang dialami korban maupun penyebab pasti kematiannya, Kompol Eddy belum bersedia memberikan keterangan lebih jauh. Ia menegaskan polisi tidak ingin terburu-buru menyampaikan informasi sebelum seluruh fakta terungkap.
“Intinya kejadian itu betul ada, korban ada, dan diduga karena tawuran. Untuk kronologi jelasnya nanti akan disampaikan setelah penyelidikan,” tegasnya.
Polisi juga masih mendalami pemicu terjadinya tawuran tersebut, termasuk kemungkinan adanya aksi yang telah direncanakan atau dilakukan berdasarkan kesepakatan antarkelompok.
“Kalau kebanyakan memang ada yang janjian, tapi ini antara siapa dengan siapa masih dalam proses penyelidikan,” tambahnya.
Sejauh ini, polisi belum mengamankan pelaku terkait peristiwa tersebut. Namun, sebanyak dua hingga tiga orang telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.
“Bukan diamankan, tapi dimintai keterangan. Ada dua sampai tiga orang yang sudah dimintai keterangan,” pungkas Kompol Eddy Santosa.
Polisi kini terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kronologi lengkap, motif, serta pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan tawuran yang menewaskan pemuda berinisial F itu.

