Sumur Mulai Mengering, Ribuan Warga Bogor Bersimpuh Memohon Hujan

Nelly Sipayung
18 Sep 2026 08:34
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Sudah cukup lama warga Kabupaten Bogor menanti suara hujan. Sumur yang biasanya menjadi sumber air sehari-hari mulai menyusut, sementara lahan pertanian perlahan kehilangan pasokan air.

Di tengah kondisi itu, ribuan warga bersama ulama dan Pemerintah Kabupaten Bogor berkumpul di Alun-alun Kabupaten Bogor, Jumat (18/9/2026). Mereka menunaikan salat istisqa, memanjatkan doa agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Suasana khusyuk terasa saat warga bersama-sama menengadahkan tangan. Bagi mereka, hujan bukan sekadar perubahan cuaca, tetapi kebutuhan yang semakin mendesak.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, kemarau panjang yang terjadi saat ini mulai memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan di Kabupaten Bogor, tetapi juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

“Terjadi di beberapa kabupaten/kota di Indonesia. Sumur-sumur mulai kering, lahan-lahan pertanian, saluran irigasi juga mulai kering,” kata Rudy, Jumat (18/9/2026).

Kondisi tersebut terutama menjadi perhatian bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupannya dari sektor pertanian. Tanpa pasokan air yang cukup, aktivitas bercocok tanam ikut terhambat.

Salah satunya dirasakan para petani di wilayah Bogor Timur. Mereka berharap hujan segera turun agar lahan pertanian kembali mendapatkan air dan bisa ditanami.

Rudy mengatakan, berbagai upaya untuk mengatasi kekeringan telah dilakukan pemerintah. Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya telah melakukan upaya modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan.

Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Di tengah ikhtiar tersebut, salat istisqa menjadi bagian dari usaha masyarakat untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.

“Ini cara terakhir manusia setelah kita berdoa memohon kepada Allah. Mudah-mudahan diberikan hujan yang tentunya hujan tersebut hujan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, kebutuhan terhadap hujan saat ini semakin terasa karena Kabupaten Bogor juga memiliki peran penting sebagai salah satu wilayah sumber air baku bagi daerah di sekitarnya, termasuk Bekasi dan Jakarta.

Karena itu, hujan yang diharapkan bukan sekadar turun, tetapi juga membawa manfaat dan tidak menimbulkan bencana.

“Semoga petani kita bisa menanam lagi, agar masyarakat kita air-air di rumahnya dapat terisi kembali, dan tentunya kebermanfaatannya untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” katanya.

Bagi warga yang mengikuti salat istisqa, Jumat itu menjadi momentum untuk kembali menyatukan harapan.

Mereka berharap kemarau segera berlalu. Sumur-sumur yang mulai mengering kembali terisi, saluran irigasi kembali dialiri air, dan sawah-sawah yang kini menunggu pasokan air dapat kembali ditanami.

Di tengah teriknya kemarau, doa ribuan warga Bogor pun mengarah pada satu harapan sederhana, semoga hujan segera turun.

x
x