Kegiatan bertema “On the Forest” tersebut menjadi bagian dari agenda rutin Taman Budaya Sentul City dalam menghadirkan aktivitas olahraga dan wellness bagi warga, khususnya masyarakat di kawasan Sentul City.
Marketing Communication Taman Budaya, Herlan Lasmana, mengatakan kegiatan olahraga tersebut merupakan bagian dari aktivitas pemasaran internal yang rutin digelar setiap bulan.
Selain menjadi sarana promosi, kegiatan itu sekaligus memberikan kesempatan bagi warga untuk mencoba berbagai fasilitas olahraga di Taman Budaya.
“Ini salah satu kegiatan internal marketing Taman Budaya Sentul yang memang per bulannya kita rutin membuat kegiatan sport. Sport ini salah satu fasilitas buat warga-warga Sentul City khususnya,” kata Herlan.
Menurutnya, kegiatan olahraga di Taman Budaya tidak hanya ditujukan bagi warga Bogor maupun masyarakat dari luar Bogor. Warga Sentul City juga menjadi sasaran utama agar dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan aktivitas yang tersedia.
Dalam pelaksanaannya, Taman Budaya Sentul City berkolaborasi dengan FIT HUB AEON Sentul City. Jenis kelas olahraga yang diberikan pun dibuat beragam dan berganti setiap pekan maupun setiap bulan.
“Biasanya kita ngadain kegiatan olahraga ini juga bekerja sama dengan FIT HUB AEON Sentul. Nanti per minggu dan per bulannya akan beda-beda kelasnya,” ujarnya.
Untuk kegiatan kali ini, peserta diajak mengikuti Mat Pilates yang digelar dengan konsep On the Forest. Suasana ruang terbuka dan pepohonan di kawasan Taman Budaya menjadi bagian dari pengalaman olahraga yang ditawarkan kepada peserta.
Herlan mengatakan agenda olahraga serupa akan kembali digelar dengan jenis kegiatan yang berbeda. Sejumlah kelas yang disiapkan di antaranya Pound Fit, Zumba, dan Yoga.
“Nanti minggu depan kita akan ada lagi, misalnya Pound Fit, ada Zumba, ada Yoga juga. Kita juga melakukannya di semua area yang ada di Taman Budaya Sentul,” jelasnya.
Lebih lanjut, Herlan menjelaskan Mat Pilates merupakan salah satu olahraga sport wellness yang saat ini banyak diminati, terutama oleh kalangan perempuan dari generasi Z hingga milenial.
Menurutnya, berbeda dengan olahraga kardio seperti lari atau basket, Mat Pilates lebih menitikberatkan pada latihan otot sekaligus membantu relaksasi tubuh.
“Kalau ini memang melatih otot-otot dan merelaksasikan otot-otot yang ada di tubuh kita. Tentunya juga untuk kesehatan dan membakar kalori,” katanya.
Ia menilai Mat Pilates cocok bagi perempuan yang ingin menjaga pola hidup sehat sekaligus mencari keseimbangan dengan aktivitas pekerjaan sehari-hari. Selain dapat dilakukan dalam kegiatan komunitas atau event, olahraga tersebut juga relatif mudah dipraktikkan secara mandiri di rumah.
“Cocok banget buat perempuan-perempuan yang memang pengin hidup sehat, hidupnya juga balance dengan pekerjaannya. Mat Pilates ini salah satu yang paling gampang dilakukan,” pungkasnya.
Tidak ada komentar