Uji KIR di Cileungsi Jadi Benteng Keselamatan, Kendaraan Tak Laik Wajib Masuk Bengkel

Nelly Sipayung
11 Sep 2026 09:14
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Kondisi kendaraan menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan di jalan raya. Karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor terus memperketat pemeriksaan kendaraan wajib uji melalui layanan Uji KIR.

Puluhan kendaraan mengikuti pengujian berkala di Terminal Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (3/9/2026).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan setiap kendaraan yang beroperasi memenuhi persyaratan teknis dan dinyatakan laik jalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Uji KIR Dishub Kabupaten Bogor, Jaya, mengatakan layanan pengujian kendaraan bermotor saat ini menjangkau dua wilayah, yakni Kabupaten Bogor bagian barat dan timur.

“Unit Pelaksana Pengujian Kendaraan Bermotor melayani wilayah barat dan timur yang dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan. Hari Selasa pelayanan dilaksanakan di Terminal Leuwiliang, sedangkan hari Kamis dilaksanakan di Terminal Cileungsi,” ujar Jaya.

Uji KIR di Cileungsi Jadi Benteng Keselamatan, Kendaraan Tak Laik Wajib Masuk Bengkel

Khusus masyarakat yang berada di wilayah timur Kabupaten Bogor, Jaya mengimbau pemilik kendaraan wajib uji memanfaatkan layanan yang tersedia setiap Kamis di Terminal Cileungsi.

Sebelum datang ke lokasi, pemilik kendaraan diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring melalui aplikasi REM KIR.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki kendaraan wajib uji agar datang ke Terminal Cileungsi setiap hari Kamis. Pendaftaran dilakukan secara online melalui REM KIR,” katanya.

Lampu hingga Rem Jadi Sasaran Pemeriksaan

Dalam proses pengujian, kendaraan terlebih dahulu menjalani tahapan pra-uji. Petugas memeriksa berbagai komponen yang berkaitan langsung dengan keselamatan kendaraan saat digunakan di jalan.

Uji KIR di Cileungsi Jadi Benteng Keselamatan, Kendaraan Tak Laik Wajib Masuk Bengkel

Sejumlah bagian yang diperiksa antara lain sistem penerangan, lampu rem, emisi gas buang, sistem pengereman hingga tingkat kebisingan klakson.

Menurut Jaya, pemeriksaan tersebut bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi. Uji KIR menjadi salah satu cara untuk memastikan kendaraan yang digunakan masyarakat benar-benar berada dalam kondisi yang memenuhi standar kelaikan jalan.

“Yang pertama adalah aspek keselamatan berkendara. Dengan pengujian ini, pengemudi maupun pemilik kendaraan dapat mengetahui dan selalu mengecek kelaikan kendaraannya,” jelasnya.

Tak Lulus KIR, Kendaraan Harus Diperbaiki

Dishub Kabupaten Bogor juga memberikan kesempatan bagi kendaraan yang belum memenuhi standar untuk melakukan perbaikan.

Jika ditemukan satu atau lebih komponen yang tidak memenuhi persyaratan pengujian, kendaraan dinyatakan belum lulus dan pemilik wajib melakukan perbaikan terlebih dahulu.

“Kalau ada satu komponen yang diuji dan tidak lulus, maka harus diperbaiki terlebih dahulu di bengkel. Setelah komponen tersebut diperbaiki, kendaraan bisa kembali untuk dilakukan pengujian ulang,” pungkas Jaya.

Dishub berharap layanan Uji KIR yang dilakukan secara berkala dapat mendorong pemilik kendaraan wajib uji lebih disiplin dalam merawat dan memastikan kondisi kendaraannya.

Dengan kendaraan yang memenuhi standar teknis dan laik jalan, potensi gangguan kendaraan yang dapat membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya diharapkan dapat ditekan.

x
x