Terminal Baranangsiang Tak Kunjung Dibangun, Dedie Rachim Usulkan Aset Dikembalikan ke Daerah

Riky Iskandar
6 Agu 2026 10:22
News 0 54
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendesak Pemerintah Pusat segera memberikan kepastian terkait nasib pembangunan Terminal Baranangsiang yang hingga kini belum terealisasi sejak pengelolaannya diambil alih pada 2019.

Permintaan itu disampaikan Dedie setelah bertemu dengan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Bogor mempertanyakan kelanjutan proyek terminal yang dinilai memiliki peran penting dalam sistem transportasi kota.

“Tapi intinya kami mempertanyakan bagaimana dengan Terminal Baranangsiang. Sampai hari ini belum ada kepastian pembangunan,” kata Dedie kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Ia menegaskan, apabila Pemerintah Pusat belum memiliki rencana membangun Terminal Baranangsiang, maka Pemkot Bogor mengusulkan agar aset tersebut dikembalikan untuk dikelola pemerintah daerah.

“Kami menyampaikan kepada Dirjen Perhubungan Darat bagaimana kemungkinan apabila Terminal Baranangsiang tidak dibangun oleh Pemerintah Pusat, maka kami meminta agar terminal tersebut dikembalikan kepada Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya.

Menurut Dedie, usulan tersebut tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai otonomi daerah. Saat ini Terminal Baranangsiang berstatus terminal tipe A yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, sementara pemerintah daerah dapat mengelola terminal tipe B maupun tipe C.

Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan akan mengkaji kemungkinan mempertahankan status Terminal Baranangsiang sebagai terminal tipe A atau menyerahkannya kembali kepada Pemkot Bogor.

Selain itu, Dedie menyebut terdapat opsi lain apabila mitra Pemerintah Pusat belum mampu merealisasikan pembangunan, yakni membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga yang dinilai memiliki kemampuan untuk mengembangkan kawasan tersebut.

Lebih lanjut, Dedie menekankan pentingnya kepastian pengembangan Terminal Baranangsiang karena kawasan tersebut telah masuk dalam rencana pengembangan transportasi massal, termasuk sebagai salah satu titik akhir LRT Jabodebek yang ditargetkan beroperasi hingga Kota Bogor pada 2030.

“Kalau tahun 2030 LRT masuk Bogor, harus jelas. Jangan sampai kawasan itu seluruhnya menjadi mal atau apartemen. Di mana posisi stasiunnya, di mana posisi terminalnya, itu yang kami tanyakan,” pungkasnya.

x
x