
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Tahapan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) mulai bergulir di Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin. Sebanyak 40 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dihadirkan dalam proses pemilihan terbuka toko atau penyedia bahan bangunan untuk pelaksanaan program bedah rumah.
Kegiatan yang mengusung mekanisme pemilihan terbuka toko/penyedia bahan bangunan tersebut berlangsung di Padepokan Simha Gege Nitis, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin. Hadir pula dua pemilik toko bangunan yang mengikuti proses pemilihan penyedia material.
Program BSPS tersebut merupakan bantuan yang bersumber dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui Anggota DPR RI Marlin Maesaroh dan Adian Napitupulu.
Kepala Desa Lemah Duhur Ujang Nazmudin mengatakan, program BSPS menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas rumah tinggal. Namun, bantuan tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat melalui swadaya.
“Bantuan ini merupakan stimulan. Kami berharap masyarakat penerima manfaat dapat meningkatkan swadaya dan gotong royong dalam pelaksanaannya. Jangan hanya mengandalkan bantuan yang diberikan, tetapi masyarakat juga harus ikut berpartisipasi,” ujar Ujang Nazmudin katanya kepada awak media, 2 Oktober 2026.
Menurutnya, semangat gotong royong sangat dibutuhkan agar proses bedah rumah dapat berjalan lancar. Selain tenaga, masyarakat juga diharapkan dapat ikut menjaga ketertiban dan kelancaran pembangunan di lingkungan masing-masing.
Ujang juga menekankan agar seluruh tahapan pelaksanaan BSPS berjalan secara terbuka dan sesuai ketentuan. Pemilihan toko atau penyedia bahan bangunan diharapkan menghasilkan material yang sesuai kebutuhan pembangunan rumah para KPM.
Sementara itu, Ketua LPM Desa Lemah Duhur, Pahrudin, yang biasa disapa RT Uplek, membenarkan adanya proses pemilihan terbuka tersebut. Menurutnya, sebanyak 40 KPM hadir dalam kegiatan bersama dua pemilik toko bangunan sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan program.
“Betul, kegiatan ini diikuti 40 KPM dan dihadiri dua pemilik toko bangunan. Ini merupakan bagian dari tahapan sebelum pelaksanaan pembangunan rumah penerima manfaat,” kata Pahrudin.
Ia berharap seluruh penerima manfaat dapat mengikuti proses BSPS dengan baik serta berperan aktif selama pembangunan berlangsung.
Dengan dimulainya pemilihan terbuka toko atau penyedia bahan bangunan, pelaksanaan BSPS di Desa Lemah Duhur selanjutnya memasuki tahapan penyediaan material dan persiapan bedah rumah bagi 40 keluarga penerima manfaat.


Tidak ada komentar